Unilak Hormati Permintaan Maaf Grand Elite Usai Mahasiswa Alami Gangguan Pencernaan

Universitas-Lancang-Kuning-Riau-Unilak.jpg
Universitas Lancang Kuning Riau (Unilak) (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Insiden gangguan kesehatan massal yang dialami puluhan mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) usai mengikuti kegiatan Peningkatan Mutu Akademik di Hotel Grand Elite, Pekanbaru, mendapat perhatian serius dari pihak kampus.

Meski demikian, pihak universitas memilih untuk tetap mengedepankan sikap profesional dan menunggu hasil investigasi laboratorium terkait dugaan sumber gangguan kesehatan tersebut.

Kepala Biro Akademik Universitas Lancang Kuning, Ade Irwanda, menyatakan bahwa pihak kampus menghormati itikad baik dan permintaan maaf yang telah disampaikan manajemen Hotel Grand Elite atas kejadian tersebut.

"Kami menghormati permintaan maaf dari pihak Hotel Grand Elite. Namanya musibah tentu tidak diinginkan oleh siapa pun. Namun ke depan kami berharap proses pengolahan makanan benar-benar lebih steril dan dijaga," ujar Ade Irwanda, Senin, 12 Januari 2026.

Ade juga mengungkapkan bahwa pihak hotel telah menyampaikan rencana untuk membawa sampel makanan ke laboratorium guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Kami mendapat informasi bahwa pihak hotel akan membawa sampel makanan tersebut ke laboratorium. Hasilnya nanti akan disampaikan kepada kami,"  katanya.

Meski terjadi insiden tersebut, Ade menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada mahasiswa yang harus menjalani perawatan medis di rumah sakit.

"Alhamdulillah, sampai sekarang tidak ada mahasiswa yang dirawat. Kondisi mereka sudah berangsur membaik, dan pihak hotel juga telah menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada pihak kampus," jelasnya.


Ade juga menekankan bahwa Unilak tetap meyakini standar mutu yang dimiliki Hotel Grand Elite sebagai hotel berbintang.

"Kami percaya Hotel Grand Elite memiliki standar mutu dan kualitas sebagai hotel bintang empat. Karena itu kami menunggu hasil laboratorium agar semuanya jelas dan tidak berspekulasi," tambahnya.

Seperti diketahui sebelumnya, sebanyak 88 mahasiswa Universitas Lancang Kuning (Unilak) dilaporkan mengalami gangguan kesehatan secara massal setelah mengikuti kegiatan Peningkatan Mutu Akademik yang diselenggarakan di Hotel Grand Elite, Pekanbaru.

Kegiatan tersebut berlangsung selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Januari 2026, dan diikuti oleh 183 mahasiswa Unilak angkatan 2023 yang merupakan penerima beasiswa prestasi dari Pemerintah Provinsi Riau.

Namun secara mengejutkan, gangguan kesehatan justru muncul pada hari terakhir kegiatan, yakni Jumat, 9 Januari 2026.

Puluhan mahasiswa mengeluhkan berbagai gejala, mulai dari mual, muntah, hingga diare. Dari total peserta, 88 orang dilaporkan mengalami gangguan pencernaan dengan tingkat keluhan yang bervariasi.

Insiden kesehatan massal tersebut terjadi pada Jumat siang, bersamaan dengan berakhirnya seluruh rangkaian kegiatan.

Program Peningkatan Mutu Akademik itu sendiri diketahui menggunakan anggaran yang dialokasikan dari dana beasiswa semester ganjil dan genap tahun akademik 2025/2026.

Sejumlah mahasiswa mengaku mengalami kondisi yang cukup mengkhawatirkan.

Salah seorang peserta bahkan menyebut harus bolak-balik ke toilet hingga lebih dari 20 kali akibat diare yang dialaminya.

Pada awalnya, sebagian mahasiswa mengira keluhan yang dirasakan hanya gangguan ringan dan bersifat sementara.

Bahkan, beberapa di antaranya mengaku sempat ragu untuk melaporkan kondisi kesehatan mereka. Namun, seiring waktu berjalan dan keluhan dirasakan oleh semakin banyak peserta, barulah diketahui bahwa kejadian tersebut merupakan insiden gangguan kesehatan massal.

Hingga kini, pihak Universitas Lancang Kuning dan manajemen Hotel Grand Elite masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut, sekaligus sebagai bahan evaluasi agar insiden serupa tidak terulang di kemudian hari.