Tokoh Riau Azlaini Agus Soroti Kejanggalan OTT KPK di Dinas PUPR

Hj-Azlaini-Agus5.jpg
Tokoh Masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus/istimewa (Sigit Eka Yunanda/Riau online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Tokoh masyarakat Riau, Hj Azlaini Agus, menyoroti sejumlah kejanggalan dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di lingkungan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Riau pada Senin, 3 November 2025, malam.

Menurutnya, ada beberapa hal yang dinilai tidak biasa terjadi dalam proses OTT tersebut. 

Azlaini menjelaskan, berdasarkan prosedur umum, OTT biasanya dilakukan setelah KPK melakukan pengamatan, pengawasan, hingga penyadapan dalam waktu yang cukup panjang. 

“Sedikitnya satu minggu, bahkan bisa berbulan-bulan,” ujarnya, dalam keterangannya Selasa, 4 November 2025.

Dalam operasi senyap itu, KPK mengamankan 9 orang, mulai dari Kepala Dinas PUPR hingga sopir kepala dinas, dan pihak pengusaha.


Ia menyebut hal lain yang tak biasa, yakni tindakan tim OTT KPK yang bergerak langsung dari kantor Dinas PUPR menuju kediaman Gubernur Riau (Gubri). Meski Gubernur Riau tidak berada di lokasi OTT, KPK tetap meminta keterangan hingga malam hari.

“Pagi ini Gubri ikut dibawa untuk pemeriksaan lanjutan di Jakarta bersama 9 orang yang kena OTT,” katanya.

Azlaini menilai langkah tersebut menunjukkan adanya dugaan keterkaitan yang kuat antara operasi tersebut dengan Gubri. 

“Biasanya pejabat seperti Gubri akan dipanggil atau diundang secara terpisah untuk diminta keterangan, beberapa hari setelah OTT,” ungkapnya.

Meski demikian, ia mengajak masyarakat tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan. 

“Kita doakan saja, kiranya setelah pemeriksaan di Jakarta hari ini, tidak ditemukan apapun alasan untuk menahan Gubri lebih lama,” tambahnya.