Cuaca Ekstrem Riau Bikin Tubuh Drop, Ini 7 Jurus Ampuh Jaga Imun Biar Tak Tumbang

Dr.-romance-awal-bros.jpg
Dokter RS Awal Bros Pekanbaru, dr. Romance (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Perubahan cuaca yang tidak menentu, dari panas terik pada pagi hari hingga hujan deras menjelang sore, tak hanya mengganggu aktivitas, tetapi juga berdampak pada kondisi tubuh. Fluktuasi suhu dan kelembapan udara dapat melemahkan sistem imun, memicu gangguan pernapasan, hingga membuat kulit lebih sensitif.

Secara medis, tubuh manusia mempertahankan suhu ideal pada kisaran 36,5–37,5 derajat celcius. Ketika suhu berubah drastis, tubuh bekerja ekstra untuk menyesuaikan diri. Kondisi ini kerap memicu penurunan daya tahan, iritasi saluran napas, dan stres oksidatif akibat meningkatnya radikal bebas.

Dokter RS Awal Bros Pekanbaru, dr. Romance, menjelaskan perubahan suhu menyebabkan vasokonstriksi pada mukosa hidung dan saluran napas, sehingga fungsi pertahanan alami berkurang.

“Udara kering membuat mukosa hidung mudah iritasi, sedangkan udara lembap berlebih memicu pertumbuhan jamur dan bakteri,” kata dr. Romance, Selasa, 4 November 2025.

Selain itu, kata dia, stres oksidatif meningkatkan radikal bebas, yang bisa melemahkan sel-sel imun.

dr. Romance memberikan tips menjaga kesehatan di cuaca ekstrem dengan memperkuat daya tahan tubuh dan pola hidup sehat: 

Pola hidup sehat menjadi kunci agar tubuh tetap prima dalam cuaca tak menentu. Asupan gizi seimbang diperlukan untuk mendukung pembentukan antibodi dan sel imun.

1. Asupan gizi seimbang

Tubuh membutuhkan nutrisi lengkap untuk membentuk sel imun dan antibodi. Protein berperan dalam pembentukan antibodi, seperti dari ayam, ikan, telur, tahu, dan tempe.

Vitamin C dari jeruk, jambu, dan paprika, membantu meningkatkan aktivitas sel imun. Vitamin D mendukung regulasi sistem imun dan menurunkan risiko infeksi saluran napas.

Nutrisi lain seperti zinc dan selenium dari seafood, daging sapi, serta biji-bijian, berfungsi menjaga regenerasi sel imun. Omega-3 dari ikan laut juga membantu meredakan peradangan.


2. Tidur cukup dan kelola stres

Kualitas tidur turut menentukan kekuatan sistem kekebalan tubuh. Kurang tidur dapat menurunkan produksi sitokin imun, sementara stres kronis meningkatkan hormon kortisol yang melemahkan pertahanan tubuh. Durasi tidur ideal bagi orang dewasa berada pada rentang 7–9 jam per malam.

3. Olahraga teratur

Aktivitas fisik juga berperan penting. WHO merekomendasikan olahraga intensitas sedang selama 150 menit per pekan, seperti jalan cepat, bersepeda, atau jogging ringan, untuk membantu meningkatkan sirkulasi darah dan efektivitas kerja sel imun.

4. Tetap Terhidrasi

Cuaca panas meningkatkan penguapan cairan, sementara saat udara dingin rasa haus sering berkurang, meski kebutuhan cairan tubuh tetap sama. Dehidrasi ringan dapat menurunkan konsentrasi dan melemahkan daya tahan tubuh. 

Masyarakat disarankan minum air putih secara berkala serta memantau warna urine. Cairan elektrolit dapat ditambahkan jika tubuh banyak kehilangan keringat.

5. Cegah Infeksi Pernapasan

Kasus influenza dan ISPA cenderung meningkat saat cuaca tidak stabil. Langkah pencegahan berupa mencuci tangan dengan sabun, memakai masker di tempat ramai atau berdebu, serta menghindari kebiasaan menyentuh wajah tanpa mencuci tangan terlebih dahulu. Ventilasi rumah harus dijaga, dan vaksinasi influenza disarankan untuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta penderita penyakit kronis.

6. Jaga Kesehatan Kulit

Perubahan kelembapan kerap memicu kulit kering, pecah-pecah hingga iritasi. Penggunaan pelembap berbasis gliserin atau ceramide setelah mandi dapat membantu mempertahankan kelembapan kulit. Tabir surya SPF minimal 30 tetap diperlukan meski cuaca mendung, mengingat sinar UV tetap menembus awan. Pakaian basah sebaiknya segera diganti untuk mencegah infeksi jamur.

7. Perhatikan Kebersihan Lingkungan

Kebersihan rumah berperan dalam menjaga kesehatan tubuh. Debu yang menumpuk dapat memicu alergi. Genangan air harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti penyebab demam berdarah. Area lembap seperti kamar mandi perlu rutin dibersihkan dan diberi disinfektan secukupnya. Membuka jendela setiap pagi membantu sirkulasi udara agar tetap segar.

Kapan Harus ke Dokter?

Pemeriksaan medis diperlukan jika muncul demam lebih dari tiga hari, batuk berdahak kuning atau hijau, sesak napas, nyeri dada, tubuh terasa lemas, atau tanda dehidrasi berat. Nyeri kepala hebat disertai kaku leher juga perlu mendapatkan penanganan segera.

“Cuaca yang tak menentu bukan alasan untuk menurunkan kualitas hidup. Dengan pola makan bergizi, tidur cukup, hidrasi yang baik, serta kebersihan diri dan lingkungan yang terjaga, tubuh dapat beradaptasi dengan lebih baik,” ujarnya.

Prinsip kedokteran menegaskan bahwa pencegahan selalu lebih baik daripada pengobatan dan menjaga gaya hidup sehat adalah bentuk investasi terbaik untuk kesehatan jangka panjang.