RIAU ONLINE, PADANGPANJANG - Mahasiswi Program Pascasarjana Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Rizkika Aulia, mempromosikan permainan tradisional Sepak Rago Tinggi melalui karya fotografi esai. Ia mengangkat budaya khas Kenegerian Kopah, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat yang lebih luas.
Rizkika menghasilkan karya tersebut melalui penelitian berjudul “Penciptaan Fotografi Esai pada Prosesi Budaya Permainan Sepak Rago Tinggi sebagai Media Promosi Kebudayaan dan Pariwisata Kuantan Singingi.” Penelitian itu melahirkan 35 karya fotografi yang tersusun dalam format esai visual.
Setiap foto saling melengkapi dan membentuk sebuah cerita. Rizkika menampilkan seluruh tahapan prosesi permainan, mulai dari persiapan hingga penutupan. Dengan cara itu, ia memperlihatkan nilai budaya, tradisi, serta semangat kebersamaan yang tumbuh dalam Sepak Rago Tinggi.
Pameran Hadirkan Konsep Labirin
Persiapan pameran dimulai pada 11 Juli 2026. Sejak awal, Rizkika mengusung konsep labirin agar pengunjung menikmati pengalaman yang berbeda saat mengamati setiap karya.
Melalui konsep tersebut, pengunjung dapat menelusuri ruang pamer secara bertahap. Selain itu, alur ruangan mendorong pengunjung mengikuti cerita visual dari satu karya ke karya berikutnya. Dengan demikian, rasa ingin tahu terus tumbuh selama pameran berlangsung.
Rizkika mengangkat tema “Seragoti: Berakar, Bertumbuh, Berlanjut.” Tema itu memperkuat pesan yang ingin ia sampaikan sekaligus memudahkan masyarakat mengenali identitas pameran.
Nama Seragoti berasal dari akronim Sepak Rago Tinggi. Karena itu, nama tersebut langsung mencerminkan fokus utama karya fotografi esai yang dipamerkan.
Direktur Pascasarjana Resmikan Pameran
Rangkaian kegiatan mencapai puncaknya pada 13 Juli 2026. Direktur Pascasarjana ISI Padangpanjang, Dr. Rasmida, S.Sn., M.Sn., membuka pameran secara resmi pada pukul 09.00 WIB melalui prosesi pengguntingan pita.
Prosesi itu menandai dimulainya pameran sekaligus membuka ruang apresiasi bagi masyarakat. Selanjutnya, pengunjung menikmati karya fotografi yang mengangkat permainan tradisional dan budaya masyarakat Kenegerian Kopah, Kabupaten Kuantan Singingi.
Tak hanya menampilkan foto, pameran juga memperkenalkan kekayaan budaya daerah melalui pendekatan visual. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut memberi ruang bagi masyarakat untuk mengenal Sepak Rago Tinggi dari sudut pandang yang lebih dekat.
Dorong Generasi Muda Melestarikan Budaya
Melalui pameran ini, Rizkika berharap masyarakat terus melestarikan Sepak Rago Tinggi. Ia juga mengajak generasi muda mengenal, memainkan, dan mempromosikan permainan tradisional tersebut agar nilai budayanya tetap hidup.
Menurut Rizkika, keterlibatan generasi muda sangat penting. Sebab, mereka akan meneruskan upaya menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan warisan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Selain mengajak generasi muda, Rizkika berharap pemerintah daerah dan komunitas pelestari budaya, seperti Pusako, membangun kolaborasi yang lebih erat. Melalui kerja sama itu, promosi Sepak Rago Tinggi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Ia juga mengusulkan penyelenggaraan lomba fotografi dan videografi bertema budaya. Dengan cara tersebut, masyarakat dapat menghasilkan dokumentasi visual secara berkelanjutan sekaligus memperkuat promosi budaya daerah.
Lebih jauh, dokumentasi kreatif itu akan membantu menjaga warisan budaya. Arsip visual tidak hanya menyimpan jejak tradisi, tetapi juga memudahkan generasi mendatang mempelajari dan mengenal Sepak Rago Tinggi. Oleh karena itu, upaya dokumentasi budaya perlu terus dilakukan secara konsisten melalui kolaborasi berbagai pihak.

