RIAU ONLINE, PEKANBARU - Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau, Abdullah mengatakan, potensi pendapatan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Riau tahun 2025, diprediksi turun Rp200 miliar dari nilai APBD Murni 2025.
"Pendapatan di APBD Murni 2025 mencapai Rp9,6 triliun akan turun menjadi Rp9,4 triliun di APBD-P Riau 2025," ujarnya, Selasa, 23 September 2025.
Ia menjelaskan, penurunan pendapatan pada APBD paling signifikan bersumber dari capaian dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menurun.
"PHR saja mengalami pengurangan dari produksi minyak. Walaupun ada potensi sumur yang baru untuk digarap. Hari ini, tinggal 176.000 BPOD, padahal sebelumnya bisa mencapai 200.000 BPOD," jelasnya.
Dengan tren penurunan sumber-sumber pendapatan daerah dari tahun ke tahun, pihaknya meminta Pemprov segera membentuk tim percepatan pendapatan daerah.
"Banyak sektor yang bisa digarap, sektor maritim, BUMD, optimalisasi lahan kosong dan aset-aset yang dimiliki Pemprov, pajak dan lain sebagainya. Banyak yang bisa digenjot," jelasnya.
Ia mengusulkan agar Gubernur Riau berkomunikasi dengan seluruh lini atau instansi untuk menggesa pendapatan.
"Saya harap juga belanja pada APBD disusun dengan urutan mengutamakan prioritas," jelasnya.
Abdullah mengatakan pengesahan APBD-P Riau 2025 akan ditetapkan sesuai jadwal, yakni penandatanganan nota kesepahaman pada 29 September 2025.

