Gubri Sebut Angka Pengangguran dan Kemiskinan di Riau Turun

Gubernur-Riau-Abdul-Wahid-bersama-Wakil-Gubernur-Riau-SF-Hariyanto3.jpg
Gubernur Riau, Abdul Wahid bersama Wakil Gubernur Riau, SF Hariyanto. (Istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Gubernur Provinsi Riau menyampaikan angka pengangguran terbuka di bulan Februari 2025 sudah menurun hingga di angka 4,12 persen. Disusul, dengan penurunan angka kemiskinan di bulan Maret, yang saat ini berada di angka 6,16 persen. 

Hal ini ia sampaikan saat memaparkan sejumlah capaian Pemprov Riau di tahun pertama kepemimpinannya pada Rapat Paripurna Peringatan HUT Ke-68 Provinsi Riau di Gedung DPRD Provinsi Riau, Jalan Jenderal Sudirman,  Sabtu, 9 Agustus 2025.

"Tingkat pengangguran terbuka bulan Februari 2025 di Riau sebesar 4,12 persen lebih rendah dari nasional (4,76 persen). Tingkat kemiskinan bulan Maret 2025 berhasil ditekan menjadi 6,16 persen, jauh di bawah rata-rata nasional (8,47 persen)," ujarnya.

Meskipun demikian, menurutnya Pemprov Riau juga tidak menutup mata bahwa masih ada ketimpangan antara wilayah kabupaten/kota di Riau. Baik dalam segi kemiskinan, pendidikan, hingga pembangunan infrastruktur.


Ia menjelaskan, Pemprov Riau sudah mewacanakan sejumlah program untuk pemerataan pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan pembangunan ekonomi masyarakat di 12 kabupaten/kota di Riau. 

"Untuk mewujudkan visi tersebut, kami memulai dari hal yang paling mendasar dan menjadi keluhan utama masyarakat, melalui program prioritas (Riau Cerdas, Riau Sehat, Riau Mantap, Riau Berdaya Saing, Riau membangun desa memajukan Kota serta Riau Sejahtera)," jelasnya.

Selain itu, usai melaksanakan Paripurna, dalam keterangan persnya, Abdul Wahid mengatakan peringatan HUT Riau adalah momentum untuk melakukan evaluasi mengenai apa yang sudah dicapai dan apa yang belum. 

Melalui evaluasi tersebut, Pemprov Riau terus berbenah diri dan menata ulang program-program pembangunan untuk masyarakat Riau yang lebih maju dan sejahtera.

"Harapan saya, dengan momentum HUT Riau ini, maka Pemprov Riau dapat mengevaluasi diri menjadi lebih baik untuk mencapai visi dan misi yang belum berjalan," pungkasnya.