Syukuran Pelantikan Gubri, UAS: Kalah Wahid, 5 Tahun Saya Tak Ceramah di Riau

Syukuran-Pelantikan-Gubri-UAS-Kalah-Wahid-5-Tahun-Saya-Tak-Ceramah-di-Riau.jpg
Ustaz Abdul Somad (UAS) saat mengisi ceramah pada Syukuran Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau Periode 2025-2030 di Masjid Raya An Nur, Pekanbaru, Minggu, 2 Maret 2025. (Winda Turnip/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Ustaz Abdul Somad (UAS) mengisi ceramah dalam agenda "Syukuran Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Riau Periode 2025-2030 dan Sekaligus Berbuka Bersama Masyarakat Provinsi Riau" di Masjid Raya An Nur, Jalan Hangtuah, Kota Pekanbaru, Minggu, 2 Maret 2025.

Dalam kesempatan itu, UAS menyinggung dirinya yang menjadi juru kampanye saat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau 2024. Di mana, setelah Pasangan Abdul Wahid - SF Hariyanto memenangkan Pilgubri 2024, dirinya merasa semakin percaya diri untuk berbicara kepada publik.

"Rupanya saya ini Jurkam, makin pede kita becakap," kelakarnya di sela-sela ceramahnya.

UAS kemudian mengatakan, bahwa sebelumnya, dirinya juga bersiap seandainya Abdul Wahid - SF Hariyanto kalah dalam Pilgubri 2024, UAS tidak akan mengisi ceramah di Riau, selama lima tahun kedepan.

"Saya juga sudah siap-siap, aku kalau kalah Pak Abdul Wahid ini, mungkin lima tahun ini nggak ceramah aku, di Riau saja maksudnya, tempat lain tetap ceramah," jelasnya.

Di samping itu, UAS mengingatkan agar imam masjid memperbaiki bacaan salat dan solawat.


"Karena saya tengok, bilal-bilal ini, mohon maaf, tidak betul bacaannya. Bacaan yang lama lupa, yang baru belum dapat. Solawat juga tidak betul. Saya sudah buatkan teksnya, silahkan dilihat di akun Instagram saya," jelasnya.

UAS juga mengajak jemaah untuk rutin membersihkan diri dan menjaga kerapian dalam berpenampilan, karena hal tersebut merupakan sebagian dari iman.

UAS kemudian menjelaskan berbagai keutamaan ibadah, terutama dalam Bulan Suci Ramadan. Mulai dari terbitnya fajar, hingga terbenamnya matahari, banyak keberkahan yang bisa diraih oleh orang berpuasa.

Ia menjelaskan, momentum bulan suci ini bukan untuk bermalasan selama puasa. UAS mengajak masyarakat untuk taat melakukan ibadah.

"Puasa bukan waktunya untuk bermalas-malasan, semangat orang berpuasa itu luar biasa. Nabi melakukan perang badar pada Bulan Ramadan, bahkan Presiden Soekarno melakukan proklamasi juga pada Bulan Ramadan. Tandanya, banyak keberkahan di bulan puasa ini," ujarnya.

Lebih lanjut, UAS menerangkan hadits riwayat Abu Daud dan Tirmidzi, tentang keutamaan salat tarawih dan witir. Ia menambahkan, melaksanakan tarawih dan witir berjamaah bersama imam sampai selesai akan dicatat sebagai pahala salat semalam suntuk.

"Kemudian, siapa yang salat mengikut imam sampai imam selesai, sampai selesai nanti tarawih dan witir. Maka, dia dapat pahala macam tahajud sepanjang malam," jelasnya.

Lebih lanjut, UAS menyerukan masyarakat agar mencintai Al-Quran. Hal ini bertujuan, dalam upaya memanfaatkan waktu untuk meraih keberkahan Ramadan.

"Malam sabtu satu jus, malam ahad satu juz, begitu juga malam-malam selanjutnya. Baca terus Al-Quran, mudah-mudahan kita semua nanti bisa sampai khatam hingga selesai Ramadan," pungkasnya.