RIAU ONLINE - Sebanyak 38 orang tewas dalam gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Selain itu, ribuan warga terpaksa mengungsi, sementara sejumlah infrastruktur vital mengalami kerusakan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebut 38 korban meninggal dunia telah tercatat dalam pendataan sementara.
"Korban jiwa sampai dengan pukul 15.00 hari ini terdata ada 38 jiwa yang meninggal dunia," kata Suharyanto dalam konferensi pers daring di Jakarta, Sabtu, dikutip dari Suara.com.
BNPB mencatat dua orang mengalami luka berat dan 11 lainnya luka ringan. Sekitar 2.000 warga juga memilih mengungsi secara mandiri setelah gempa mengguncang wilayah Flores.
Dampak gempa turut dirasakan pada infrastruktur. Sejumlah ruas jalan dilaporkan mengalami longsor, sementara puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.
Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan. Satu rumah sakit di Maumere dilaporkan terdampak, sementara sejumlah puskesmas di wilayah terdampak mengalami kerusakan.
"Bapak Menteri Kesehatan juga menginformasikan bahwa banyak puskesmas yang rusak, hanya satu rumah sakit yang rusak, yaitu di Maumere," ungkap Suharyanto.
Tak hanya permukiman dan fasilitas kesehatan, gempa juga berdampak terhadap sejumlah infrastruktur transportasi.
BNPB mencatat lima bandara terdampak. Kerusakan dilaporkan terjadi pada bagian gedung terminal, bukan landasan pacu.
"Ada 5 bandara yang terdampak, tetapi bukan runaway. Yang terdampak rusak, apakah nanti masuk rusak ringan, rusak sedang atau rusak berat itu di gedung terminal ada 5," katanya
Selain bandara, dua pelabuhan juga terdampak, yakni Pelabuhan Reo dan Pelabuhan Maumere.
Gempa M7,7 tersebut mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu pagi. Guncangan kemudian dirasakan di sejumlah wilayah Flores dan kawasan sekitarnya.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa terjadi. Namun, peringatan tersebut kemudian dinyatakan berakhir pada sekitar pukul 07.30 WIB setelah hasil pemantauan menunjukkan kondisi yang tidak lagi membahayakan.

