RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau diduga memicu kualitas udara Kota Pekanbaru kian memburuk.
Kualitas udara di Kota Bertuah terus berada dalam ambang batas yang membahayakan kesehatan masyarakat.
Berdasarkan pantauan pemantau kualitas udara IQAir dari Minggu, 9-14 Agustus 2026, kualitas udara di Pekanbaru secara konsisten mencatatkan status "Tidak Sehat".
Indeks Kualitas Udara (AQI) di Pekanbaru mencatatkan angka 175 (Kategori Tidak Sehat) dengan konsentrasi polutan utama PM2.5 sebesar 89.6 µg/m³.
Kondisi ini merupakan kelanjutan dari lonjakan polusi ekstrem yang sempat dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu dini hari sebelumnya. Konsentrasi PM2.5 melonjak drastis hingga 199,6 µg/m³ dan masuk dalam kategori Sangat Tidak Sehat.
Sementara itu, BMKG mencatat sebanyak 86 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Riau pada hari ini, Sabtu, 15 Agustus 2026. Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 27 titik.

