RIAU ONLINE, PEKANBARU – Warga Pekanbaru, khususnya di kawasan Panam, kembali harus menghirup udara yang mengkhawatirkan. Jerebu atau kabut asap yang diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Pekanbaru hingga Senin 14 September 2026 sore.
Kondisi terparah terpantau di Kecamatan Binawidya dan Tuah Madani. Dua wilayah yang dikenal sebagai kawasan Panam tersebut mencatat kualitas udara dalam kategori berbahaya.
Berdasarkan pantauan IQAir pada pukul 19.00 WIB, Senin 14 September 2026, indeks kualitas udara atau AQI⁺ di kawasan Panam mencapai 405 AQI US.
Angka tersebut menempatkan kualitas udara di kawasan tersebut dalam kategori Berbahaya.
Tak hanya itu, polutan utama yang mendominasi udara adalah PM2.5 dengan konsentrasi mencapai 277,9 µg/m³.
Kondisi ini menunjukkan betapa pekatnya polusi udara yang menyelimuti kawasan Panam. Dengan kondisi tersebut, masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi paparan udara luar.
Pantauan IQAir juga mencatat kondisi cuaca di kawasan tersebut berada pada suhu sekitar 30 derajat Celsius, dengan kecepatan angin hanya sekitar 3 kilometer per jam dan kelembapan mencapai 67 persen.
Minimnya pergerakan angin berpotensi membuat polutan bertahan lebih lama di udara, terutama ketika sumber asap masih berada di sekitar wilayah Pekanbaru dan daerah penyangga.
Kondisi kualitas udara ini menjadi perhatian serius mengingat paparan PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Warga yang tidak memiliki kepentingan mendesak disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker yang sesuai juga penting dilakukan ketika harus beraktivitas di tengah kondisi udara yang buruk.
Kabut asap yang kembali menyelimuti Pekanbaru ini menjadi peringatan bahwa persoalan karhutla di Riau belum sepenuhnya usai. Kondisi cuaca, arah angin, serta keberadaan titik api di wilayah sekitar perlu terus dipantau agar kualitas udara tidak semakin memburuk.
Hingga Senin malam, kawasan Panam tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara terburuk di Kota Pekanbaru, dengan AQI mencapai 405 atau masuk kategori berbahaya.

