PSPS Pekanbaru Bukan Sekadar Klub, Agung Nugroho: Ini Kebanggaan Warga Riau

Agung-Nugroho-saat-Gala-Dinner.jpg
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat menghadiri Gala Dinner dan Deklarasi Damai Aliansi Suporter PSPS Pekanbaru (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan PSPS Pekanbaru bukan lagi sekadar klub sepak bola. Bagi masyarakat Pekanbaru dan Provinsi Riau, PSPS telah menjadi bagian dari identitas sekaligus kebanggaan daerah.

Pernyataan itu disampaikan Agung saat menghadiri Gala Dinner dan Deklarasi Damai Aliansi Suporter PSPS Pekanbaru di Rumah Dinas Wali Kota Pekanbaru, Jalan Ahmad Yani, Minggu, 13 September 2026.

"PSPS Pekanbaru ini bukan lagi sekadar klub bola, tapi juga sudah menjadi kebanggaan bagi warga Pekanbaru dan warga Provinsi Riau," kata Agung dalam sambutannya.

Menurut Agung, posisi PSPS yang begitu penting di tengah masyarakat membuat perjalanan klub tidak bisa hanya dibebankan kepada manajemen dan pemain. Dukungan dari pemerintah, masyarakat, sponsor hingga suporter menjadi bagian penting dalam upaya membawa PSPS meraih prestasi.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau, manajemen PSPS, sponsor dan seluruh pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada klub berjuluk Askar Bertuah tersebut.

Khusus kepada pemain dan pelatih, Agung meminta agar seluruh pertandingan dijalani dengan semangat dan perjuangan maksimal. Ia mengingatkan pemain agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga bermain dengan hati dan disiplin.

"Berma­inlah dengan hati, disiplin, dan penuh perjuangan," ujarnya.

Agung berharap PSPS mampu mewujudkan target besar pada musim 2026/2027, yakni merebut tiket promosi ke Liga 1.

Ia memastikan masyarakat Pekanbaru akan memberikan dukungan penuh terhadap perjuangan Askar Bertuah sepanjang kompetisi.

"Insya Allah seluruh masyarakat Pekanbaru akan mendukung dengan sepenuh hati dan juga akan mendoakan kejayaan PSPS Pekanbaru," kata dia.

Namun, dukungan tersebut juga dibarengi pesan khusus kepada para suporter.



Agung menyebut suporter sebagai pemain ke-12 yang memiliki peran penting dalam perjalanan sebuah klub. Karena itu, ia meminta seluruh kelompok suporter tetap menjaga persatuan meski memiliki identitas kelompok maupun cara mendukung yang berbeda.

"Spotlight bagi kami adalah pemain yang ke-12. Boleh berbeda kelompok dan juga cara mendukung, tetapi tetap satu tujuan. PSPS harus maju dan PSPS harus tetap menang," ujarnya.

Agung secara tegas mengingatkan suporter agar tidak melakukan tindakan yang justru dapat merugikan PSPS.

Ia meminta tidak ada perkelahian, pembakaran maupun aksi perusakan fasilitas selama memberikan dukungan kepada tim.

Menurutnya, perilaku suporter di luar lapangan dapat berdampak langsung terhadap klub, termasuk berpotensi memicu sanksi yang pada akhirnya merugikan PSPS.

"Jangan musuh, jangan berkelahi, jangan membakar dan jangan merusak fasilitas. Kita menjadi suporter tentu harus menjaga klub agar tidak terkena sanksi," tegas Agung.

Ia juga meminta suporter mampu mengendalikan diri ketika tensi pertandingan memanas.

"Kalau panas, biarkan saja panas itu pada permainan sepak bola. Kalau suporter harus tetap dingin," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Agung juga menyampaikan dukungan Gubernur Riau terhadap perjalanan PSPS.

Ia mengatakan gubernur memberikan perhatian terhadap klub dan bahkan berkomitmen hadir menyaksikan pertandingan PSPS sebagai bentuk dukungan.

"Beliau sangat ingin sekali bergabung di sini. Beliau bilang kalau PSPS main, saya harus hadir," kata Agung.

Menurut Agung, dukungan tersebut diharapkan semakin memperkuat ekosistem PSPS, termasuk dalam hal dukungan sponsor bagi klub.

Selain itu, Agung mengapresiasi kehadiran para mantan pemain dan senior PSPS dalam Gala Dinner dan Deklarasi Damai tersebut.

Menurutnya, kehadiran para legenda klub dapat menjadi sumber motivasi bagi pemain PSPS generasi saat ini.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, manajemen, pemain, sponsor, para senior klub dan suporter dapat menjadi modal penting bagi PSPS dalam mengejar prestasi tertinggi.

"Harapan kita tentu suporter hari ini merupakan bagian semangat untuk PSPS Pekanbaru bisa menang dan bisa masuk ke Liga 1," kata Agung.

Gala Dinner dan Deklarasi Damai Aliansi Suporter PSPS Pekanbaru menjadi momentum untuk menyatukan berbagai elemen pendukung Askar Bertuah menjelang kompetisi musim 2026/2027.

Deklarasi tersebut sekaligus menjadi komitmen bersama agar dukungan terhadap PSPS diberikan secara positif, tertib dan sportif, sehingga tidak ada tindakan suporter yang justru menghambat langkah klub dalam mengejar tiket promosi ke Liga 1.