Pemko Pekanbaru Tegaskan Dukungan Penuh untuk PSPS Menuju Liga 1

Pemko-Pekanbaru-Tegaskan-Dukungan-Penuh-untuk-PSPS-Menuju-Liga-1.jpg
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho, Bersama Pemain PSPS saat Gala Dinner di Rumdis, Minggu, 13 September 2026. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan komitmennya memberikan dukungan penuh kepada PSPS dalam mengarungi kompetisi musim ini dengan target menembus Liga 1.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho saat menghadiri gala dinner sekaligus deklarasi damai suporter PSPS Pekanbaru di rumah Dinasnya Jalan Ahmad Yani, Minggu, 13 September 2026.

Di hadapan jajaran manajemen, pemain, pelatih, sponsor, legenda PSPS, serta kelompok suporter, Agung menyebut PSPS bukan lagi sekadar klub sepak bola milik Kota Pekanbaru. Menurutnya, PSPS telah menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Riau.

"Dan rasanya malam hari ini kita punya harapan besar PSPS ke depan bisa masuk di Liga 1. Luar biasa," ujar Agung.

Ia menilai perjalanan PSPS menuju Liga 1 membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Tidak hanya pemerintah kota, tetapi juga Pemerintah Provinsi Riau, pemerintah kabupaten/kota, sponsor, manajemen, pemain hingga suporter.

Agung juga menyampaikan salam dari Plt Gubernur Riau SF Hariyanto yang menurutnya memiliki perhatian besar terhadap PSPS Pekanbaru. Ia mengungkapkan, SF Hariyanto bahkan sengaja datang ke Semarang untuk menyaksikan langsung pertandingan PSPS melawan PSIS Semarang.

"Pak Gubernur menelepon saya, seharusnya seyogyanya beliau sangat ingin sekali bergabung di sini. Kemarin beliau itu ada acara di Semarang," jelas Agung.

Menurut Agung, sebelum pertandingan PSPS, dirinya bersama Eduard Ariansa telah mendatangi kantor Gubernur Riau untuk mengundang SF Hariyanto menyaksikan pertandingan.

"Kemarin saya datang sama Pak Edu ke kantor Gubernur, mengundang beliau menyampaikan bahwa PSPS itu mainnya di hari Jumat sore, pukul 19.00," lanjutnya.

Respons SF Hariyanto, kata Agung, menunjukkan besarnya perhatian Pemerintah Provinsi Riau terhadap PSPS.

"Terus dia bilang, kalau PSPS main, saya harus hadir dan berangkat pada waktu itu khusus untuk PSPS. Dan beliau datang di hari Jumat sengaja untuk nonton PSPS," katanya.



Agung kemudian mengungkap pesan yang disampaikan SF Hariyanto terkait dukungan terhadap klub berjuluk Askar Bertuah tersebut.

"Kalau saya sudah hadir, harusnya ke depan lebih besar lagi sponsor yang didapat oleh PSPS Kota Pekanbaru," kata Agung mengutip pesan SF Hariyanto.

PSPS Sudah jadi Identitas Riau

Dalam kesempatan tersebut, Agung menegaskan PSPS memiliki posisi penting di tengah masyarakat. Menurutnya, keberadaan PSPS tidak lagi sebatas menjadi kebanggaan warga Kota Pekanbaru, tetapi telah berkembang menjadi simbol olahraga dan identitas masyarakat Provinsi Riau.

"PSPS Kota Pekanbaru atau PSPS Pekanbaru ini bukan lagi sekadar klub bola, tapi juga sudah menjadi kebanggaan bagi warga Pekanbaru bahkan warga Provinsi Riau," tegasnya.

"PSPS sudah menjadi identitas, tidak lagi identitasnya Kota Pekanbaru tapi sudah menjadi identitas Provinsi Riau," sambung Agung yang kemudian mendapat tepuk tangan dari para tamu undangan.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini ikut menopang perjalanan PSPS, mulai dari Pemerintah Provinsi Riau, manajemen, sponsor, pemain, pelatih hingga kelompok suporter.

Agung juga memberikan pesan khusus kepada para pemain agar tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis di lapangan.

"Kepada pemain, tapi kami juga berpesan, bermainlah dengan hati, disiplin, dan penuh perjuangan," ucapnya.

Ia berharap semangat tersebut dapat menjadi modal PSPS untuk meraih kemenangan demi kemenangan pada kompetisi musim ini.

"Insyaallah seluruh masyarakat Pekanbaru akan mendukung dengan sepenuh hati dan juga akan mendoakan kejayaan PSPS Kota Pekanbaru," katanya.

Suporter Diminta Tidak Rusuh

Selain berbicara mengenai target prestasi, Agung juga memberikan perhatian khusus terhadap peran suporter. Ia menyebut suporter sebagai bagian penting dalam perjalanan PSPS. Menurutnya, meski terdapat berbagai kelompok dengan gaya dukungan yang berbeda, seluruh suporter harus memiliki tujuan yang sama, yakni membawa PSPS meraih prestasi.

"Suporter bagi kami adalah pemain yang ke-12. Boleh berbeda kelompok dan juga cara mendukung, tetapi tetap satu tujuan: PSPS harus maju dan juga tentu PSPS harus tetap menang," tegas Agung.

Deklarasi damai yang digelar malam itu, menurutnya, menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan seluruh kelompok suporter. Ia mengingatkan agar dukungan kepada PSPS tidak justru berujung pada kerugian bagi klub.

"Tidak boleh rusuh, tidak boleh berkelahi, tidak boleh membakar, dan tidak boleh merusak fasilitas. Kita menjadi suporter tentu harus menjaga klub agar tidak terkena sanksi," ujarnya.

Agung bahkan menggunakan perumpamaan sederhana untuk menggambarkan bagaimana suporter seharusnya bersikap ketika pertandingan berlangsung.

"Kalau panas, tentu biarkan saja panas itu pada permainan sepak bola. Kalau suporter harus tetap dingin, harus menjaga Kota Pekanbaru," pungkasnya.