Koalisi Masyarakat Sipil Riau Ajak Kolaborasi Golkar Bentuk Kaukus Parlemen Hijau

Ilustrasi-kaukus-parlemen-hijau.jpg
Ilustrasi Kaukus Parlemen Hijau (AI Gemini)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Koalisi Masyarakat Sipil Riau mengajak kolaborasi Fraksi Golkar DPRD Riau untuk membentuk kaukus Parlemen Hijau. Hal ini disampaikan Ketua Yayasan Inisiatif Bumi Swarnadwipa, Johny Setiawan Mundung, sekaligus Ketua Koalisi Masyarakat Sipil Riau, saat pertemuan bersama Ketua Fraksi Golkar di Gedung DPRD Riau, Senin 14 September 2026.

Dalam pertemuan ini juga hadir Darmalis sebagai Wakil Ketua Komisi IV yang membidangi lingkungan hidup dan kehutanan. 

Kaukus adalah pertemuan tertutup atau kelompok internal dari anggota partai politik, gerakan, atau pejabat legislatif. Mundung berharap, kaukus Parlemen Hijau diharapkan menjadi ruang bagi anggota parlemen, DPRD Riau untuk mendalami wawasan mengenai perlindungan hutan, menelaah masalah lingkungan dan melakukan kontrol. 

"Kami ingin mendorong anggota legislatif di Riau agar dapat bergabung dengan kaukus Parlemen Hijau. Harapan kita agar ini dapat menjadi kontrol bagi banyaknya masalah lingkungan hidup di Riau, konflik lingkungan hidup, tanah dan Karhutla. Ini semua butuh kontrol," ujarnya. 

Ia menjelaskan, Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari sekitar 65 LSM seperti LPESM, FKKM, Walhi, Riau Women Working Grup, Fitra dan sebagainya akan terus mendorong upaya-upaya pelestarian lingkungan berkelanjutan. 



Satu di antaranya adalah terus mendorong DPRD Riau untuk menyelesaikan sejumlah Peraturan Daerah (Perda) berkaitan lingkungan. 

"Misalnya Perda Perhutanan Sosial yang sekarang sedang dibahas. Kita akan terus mendorong agar Perda ini memiliki kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan kelestarian lingkungan, serta tetap mengedepankan kesetaraan gender. 

"Pelibatan perempuan dalam perhutanan sosial ini harus dilakukan. Karena dalam banyak bidang, dalam pertanian, yang menanam padi itu perempuan," jelasnya. 

Dalam Parlemen Hijau ini, pihaknya juga mendorong agar para legislatif perempuan dapat bergabung dan berperan aktif.  Tak hanya di Fraksi Golkar, pihaknya juga akan melakukan pertemuan dengan fraksi-fraksi lain untuk bergabung dalam Parlemen Hijau. 

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar Imustiar mengatakan fraksinya siap bergabung dalam Parlemen Hijau. Menurutnya, Parlemen Hijau ini adalah peluang untuk menjaga kelestarian lingkungan, memperkuat kontrol persoalan lingkungan di Riau. 

"Kita siap bergabung dengan Kaukus Parlemen Hijau. Kalau ini bisa menjadi sarana bagi kita untuk memperkuat kontrol dan mengawal penyelesaian masalah-masalah lingkungan, untuk negara yang tetap sehat dan baik bagi anak cucu kita, ya kenapa tidak," pungkasnya.