RIAU ONLINE, PEKANBARU - Janji Presiden Prabowo Subianto untuk memberikan kenaikan pangkat kepada Herry Heryawan akhirnya terealisasi. Pernyataan tersebut sebelumnya disampaikan Prabowo saat meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau, Senin, 24 Agustus 2026.
Kala itu, Herry Heryawan masih menjabat sebagai Kapolda Riau dan telah sekitar 17 bulan memimpin jajaran kepolisian di Bumi Lancang Kuning.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo meminta agar dicarikan jabatan yang memungkinkan untuk Herry Heryawan mendapatkan kenaikan pangkat setelah dinilai menjalankan tugas dengan baik, khususnya dalam penanganan Karhutla.
"Coba carikan jabatan supaya mereka bisa naik pangkat. Ya, selesai dulu. Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai,m," ujar Prabowo kepada Kapolri saat itu, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Senin, 24 Agustus 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks penanganan Karhutla di Riau. Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan memberikan apresiasi kepada pihak yang bekerja dengan baik.
Sebaliknya, Prabowo mengatakan tidak akan segan memberikan teguran apabila menemukan sesuatu yang dinilai tidak berjalan sebagaimana mestinya.
"Saya bukan apa-apa, saya kalau, Anda tahu saya kan... kalau enggak beres aku juga bicaranya juga ketus ya. Tapi kalau bagus saya bicara bagus," tegasnya.
Kini, pernyataan tersebut berujung pada promosi Herry Heryawan ke jabatan strategis di lingkungan Polri.
Herry Heryawan mendapatkan promosi sebagai Kabaharkam Polri, menggantikan Komjen Pol Karyoto yang memasuki masa pensiun.
Promosi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/IX/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.
Dengan promosi tersebut, Herry Heryawan juga memasuki jajaran perwira tinggi Polri dengan pangkat bintang tiga atau Komisaris Jenderal Polisi.
Sementara itu, posisi Kapolda Riau yang sebelumnya dijabat Herry Heryawan selanjutnya dipercayakan kepada Irjen Pol Arman Achdiat.
Arman sebelumnya tercatat sebagai Pati Baintelkam Polri dalam penugasan di Badan Intelijen Negara (BIN).
Pergantian tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa kepemimpinan Herry Heryawan sebagai Kapolda Riau setelah sekitar satu setengah tahun memimpin kepolisian di Provinsi Riau.
Selama menjabat Kapolda Riau, nama Herry Heryawan cukup lekat dengan agenda penanganan Karhutla. Persoalan kebakaran hutan dan lahan memang menjadi salah satu tantangan besar di Riau, terutama ketika memasuki musim kemarau.
Penanganan Karhutla menjadi salah satu agenda yang mendapat perhatian selama Herry memimpin Polda Riau. Tidak hanya persoalan kebakaran hutan dan lahan, berbagai persoalan keamanan dan ketertiban masyarakat juga menjadi bagian dari tugas yang dijalankannya.
Agenda pemberantasan narkotika, penanganan kriminalitas hingga penguatan pelayanan kepolisian turut menjadi bagian dari kepemimpinan Herry Heryawan di Polda Riau.
Salah satu pendekatan yang diperkenalkan selama kepemimpinannya adalah penguatan konsep green policing. Pendekatan tersebut menempatkan aspek lingkungan sebagai salah satu perhatian dalam pelaksanaan tugas kepolisian.
Promosi Herry Heryawan menjadi Kabaharkam Polri kini membuat pernyataan Prabowo saat berada di Riau kembali menjadi perhatian.
Sebab, dalam kunjungan tersebut Prabowo secara terbuka meminta agar dicarikan jabatan bagi pihak yang dinilai bekerja baik sehingga dapat memperoleh kenaikan pangkat.
"Ya kalau begitu 900 (hektare karhutla) selesai, Panglima TNI, Kapolri," kata Prabowo saat itu.
Beberapa pekan setelah pernyataan tersebut, Surat Telegram Kapolri tertanggal 2 Oktober 2026 resmi menempatkan Herry Heryawan sebagai Kabaharkam Polri. Dengan jabatan barunya tersebut, Herry tidak lagi memimpin Polda Riau. Tongkat kepemimpinan Polda Riau selanjutnya akan berada di tangan Irjen Pol Arman Achdiat.
Sementara Herry Heryawan akan menjalankan tugas barunya sebagai Kabaharkam Polri dengan pangkat Komisaris Jenderal Polisi.

