Sudah 6.000 Lebih Investor Milenial Riau di Pasar Modal Indonesia

Sosialiasi-AKSes-di-Pekanbaru.jpg
(Istimewa)

Laporan: NURHAYATI PAKPAHAN 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Sejak digelarnya Invesment Festival (Investival) oleh IDX dan Bursa Efek Indonesia (BEI) Riau dengan Tema Millennial Cinta Investasi (MICIN), 30 Oktober 2019, di Hotel Mona Plaza, Panam, Pekanbaru, terjadi peningkatan investor milenial di bumi Lancang Kuning. 

Berdasarkan data dari IDX ada kenaikan sekitar 245,08 persen dalam Pertumbuhan Investor Milenial September 2019 dari segi nasional. Jumlah ini dua kali lipat dari jumlah investor 2016.

Investor milenial ini berusia antara 18-25 tahun. Peningkatan investor di usia tersebut karena mereka cenderung lebih memiliki potensi besar mengembangkan pasar saham. 

“Sejauh ini kita masih belum mencapai target, masih diangka 61,24 persen saja. Namun kami yakin akhir tahun ini kita akan mencapai target hingga 100 persen,” kata Haldo Haibatil Qudrah Hanafi, trainer Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan (BEI KP) Riau, Selasa, 12 November 2019.

Haldo menjelaskan, dari sumber data sama, per 31 Oktober 2019, berdasarkan Single Investor Identification (SID) tercatat ada total 6.429 investor di Riau berusia 18-25 tahun.

Dibandingkan bulan sebelumnya, sudah ada penambahan 506 investor muda dan akan ditargetkan hingga akhir tahun ini mencapai hingga 6.577 orang. 

BEI KP Riau, tuturnya, terus menggenjot peningkatan investor milenial di beberapa daerah dengan cara sosialisasi ke kampus-kampus perguruan tinggi.

"Kita sosialisasi ke Universitas Riau (Unri), STIE Bengkalis, STIE Bangkinang dan Politeknik Kampar," jelasnya. 

Bahkan untuk mempermudah dalam mendapatkan pengetahuan lebih jelas mengenai penanaman investasi di pasar modal serta bagaimana cara pengembangannya, BEI KP Riau membangun fasilitas galeri investasi di Politeknik Kampar.

Sosialisasi ke kampus-kampus tersebut, tuturnya, bertujuan agar milennial belajar sejak dini berinvestasi di pasa modal tanpa ketentuan harus berapa mereka bisa berinvestasi.

"Bahkan menanamkan modal awal sekitar Rp 100 ribu kita tidak keberatan. Asalkan mereka ada kemauan lebih berkembang dalam berbisnis,” ungkap Haldo.