Aktual, Independen dan Terpercaya


Ibu Menjadi Alasan Dirut Bank Riau Kepri Pulang ke Riau

BRK.jpg
(INTERNET)

Penulis: Wilna Sari

 

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Bukan jabatan atau tawaran lainnya, tetapi sang ibunda yang menjadi alasan bagi Direktur Utama (Dirut) Bank Riau-Kepri (BRK) Irvandi Gustari untuk kembali pulang ke kampung halaman, Riau.

Dirut yang juga mengisi waktu sebagai dosen pascasarjana di Universitas Pancasila, Jakarta ini, membeberkan latar belakang keputusannya untuk balik ke tanah kelahiran dan memilih meninggalkan jenjang karir yang sebenarnya sudah mantap di ibu kota.

“Ibu, ibu yang menjadi alasan saya untuk pulang,” ungkapnya saat wawancara eksklusif bersama RIAUONLINE.CO.ID, di lantai 8 Gedung BRK, Rabu (20/1/2016).

Lanjut cerita, pada awalnya Irvandi sempat berkata pada batinnya ketika mengantar mendiang sang ayah mantan Wali Kota Pekanbaru Periode 1981-1986, Ibrahim Arsyad, menuju liang lahat. saat itu dirinya terlalu egois untuk fokus dengan karir di Jakarta, sehingga tidak banyak menghabiskan waktu dengan orangtua, terutama ayahnya. (KLIK: Bandara SSK II Belum akan Pindah Hingga 25 Tahun Mendatang)

“Saya tidak ingin hal ini terulang kedua kalinya pada ibu. Karena itu, saya mengambil kesempatan untuk balik ke Riau,” katanya

Lalu siapa ibu dari Irvandi Gustari? Ibunya adalah perempuan pertama di Riau yang menyandang gelar profesor di bidang hukum, Prof Hj Aswarni Adam, SH. Hingga saat ini, Irvandi menetap bersama sang ibu di Pekanbaru selama menjalankan rutinitasnya sebagai Dirut BRK, dari Senin hingga Jumat siang. 

“Jumat malam saya balik ke Jakarta, karena keluarga di sana. Sabtu pagi saya assesor dan siangnya mengisi kelas di S3. Sabtu itu habis untuk begitu saja sampai magrib,” ungkapnya. (BACA: Era MEA, Banyak Makanan Impor Bukan Dari Negara ASEAN)

Terkait banyak konsekuensi dan juga tantangan yang dia hadapi terhitung sejak menjabat sebagai dirut, Irvandi mengungkapkan bahwa dirinya optimis bisa menangani berbagai rumor dan iklim kerja di perusahaan yang dia pimpin.

“Saya yakin dengan perubahan yang saya lakukan, karena saya ingin BRK ini besar di Indonesia nantinya. Saya juga sudah kebal menghadapi berbagai tanggapan miring soal BKR ini, karena selama di Jakarta dulu saya sudah ditempa bahkan lebih keras dari ini. Saya tidak ingin abadi, tetapi yang saya mau adalah perubahan. Semoga itu bisa diwujudkan selama saya ada di sini (BRK),” katanya.