RIAU ONLINE, SIAK – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme dan kualitas pendidikan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Siak menegaskan komitmennya memberikan perlindungan hukum bagi para guru dan tenaga pendidik.
Hal itu terwujud dalam pelaksanaan Konferensi Kerja Kabupaten (Konkerkab) PGRI Siak Tahun 2025. digelar di Gedung Tengku Maharatu Siak Sri Indrapura, Selasa 11 November 2025.
Kegiatan resmi dibuka oleh Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan PGRI dalam menciptakan tenaga pendidik yang profesional dan terlindungi secara hukum.
“Sinergi ini harus terus diperkuat agar para guru mendapat perlindungan kuat dalam menjalankan tugasnya, demi mencetak generasi unggul dan berdaya saing,” ujar Syamsurizal.
Dengan mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju Bersama PGRI Wujudkan Indonesia Emas”, konferensi tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja organisasi serta penyusunan rencana strategis peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Siak.
Ketua PGRI Siak, H. Mahadar, S.Pd., M.M, menyampaikan bahwa perlindungan hukum menjadi aspek penting dalam menjaga martabat profesi guru di tengah kompleksitas tantangan dunia pendidikan.
“Pelantikan Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) hari ini menjadi wujud nyata tanggung jawab kami dalam memberikan pendampingan hukum kepada guru dan tenaga kependidikan,” ungkap Mahadar.
Selain LKBH, turut dilantik Dewan Kehormatan Guru Indonesia (DKGI) dan Perempuan PGRI Kabupaten Siak Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030. Lembaga-lembaga tersebut diharapkan menjadi pilar utama dalam menjaga etika profesi, kehormatan guru, serta memperkuat peran perempuan dalam dunia pendidikan.
Sementara itu, Sekretaris Umum PGRI Provinsi Riau, Dr. H. Zulfikar, SE., M.M, mengapresiasi langkah PGRI Siak dalam memperkuat perlindungan hukum bagi guru. Ia juga mendorong pengurus di semua tingkatan untuk terus solid dan berkolaborasi dalam memperjuangkan kesejahteraan pendidik.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan sidang pleno yang membahas laporan program kerja, rekomendasi organisasi, serta penyusunan prioritas program pendidikan tahun 2025.

