RIAU ONLINE, SIAK – Seekor harimau Sumatera menerkam seorang warga Kampung Teluk Lanus, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, Selasa, 27 Juli 2026 malam.
Korban bernama Hari Harianto. Ia diserang harimau saat hendak buang air besar di tepian kanal yang berada tidak jauh dari camp tempatnya bekerja, sekitar pukul 19.30 WIB.
Kapolsek Sungai Apit, Iptu Adifian Ikhsan, membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskannya, sebelum kejadian, Harianto bersama dua rekannya, Rakha dan Herman, sedang beristirahat di camp tempat mereka bekerja.
Kemudian, Harianto keluar dari camp menuju tepian kanal yang biasa digunakan para pekerja untuk mandi dan buang air.
"Lebih kurang sepuluh menit keluar dari camp, dua rekannya mendengar suara teriak meminta pertolongan. Mendengar teriakan tersebut, Rakha dan Herman segera keluar dari camp dan berusaha mencari sumber suara. Namun, korban belum ditemukan karena kondisi di sekitar camp minim penerangan dan pencahayaan," ujar Iptu Adifian Ikhsan saat dikonfirmasi, Rabu, 22 Juli 2026.
Rakha dan Herman kemudian naik ke atas alat berat jenis ekskavator untuk menghidupkan mesin dan menyalakan seluruh lampu penerangan. Sorotan lampu diarahkan ke sumber suara korban.
"Setelah dilakukan penyinaran, terlihat korban sedang diseret oleh seekor harimau. Karena sorotan lampu alat berat yang cukup terang, harimau tersebut melepaskan gigitannya terhadap korban dan melarikan diri masuk ke dalam kawasan hutan," terang Kapolsek.
Setelah harimau melarikan diri, kedua rekan korban segera mengevakuasi Harianto dan membawanya ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Teluk Lanus menggunakan speedboat.
Setibanya di Pustu, korban mendapatkan pertolongan pertama dari bidan yang bertugas. Selanjutnya, Harianto dibawa menggunakan speedboat menuju Pelabuhan Penyengat.
Dari pelabuhan, korban kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Tengku Rafian Siak untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
"Untuk kondisi korban, di bagian punggung penuh gigitan dan cakaran harimau. Kondisinya saat ini dalam pemulihan," tutup Iptu Adifian Ikhsan.
Serangan harimau tersebut terjadi hanya sepekan setelah kemunculan satwa dilindungi itu di Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit.
Pada 14 Juli 2026 lalu, seorang pekerja sawit bernama Agus nyaris diterkam harimau saat mengangkut hasil panen kelapa sawit menggunakan sepeda motor.
Saat itu, harimau tiba-tiba muncul dari arah belakang dan melompat ke arah sepeda motor hingga mencakar keranjang yang dibawa Agus.
Beruntung, Agus segera memacu sepeda motornya sehingga berhasil menyelamatkan diri dari serangan lanjutan. Dua lokasi tersebut merupakan habitat dan jalur lintasan harimau Sumatera.

