Pemuda Tewas Usai Diserang Komplotan Begal Pelalawan, Motor Dibawa Kabur

Ilustrasi-begal5.jpg
Ilustrasi begal (Istimewa via Liputan6.com)

RIAU ONLINE, PELALAWAN - Aksi pembegalan memakan korban jiwa. Seorang pemuda dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat serangan sejumlah orang tak dikenal di kawasan Pangkalan Panduk, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Jumat, 29 Mei 2026 malam. Peristiwa tragis tersebut menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban. 

Selain kehilangan sepeda motor, korban juga harus meregang nyawa setelah mengalami luka serius di bagian kepala akibat serangan yang diduga dilakukan para pelaku begal.

Berdasarkan keterangan adik korban dalam akun Medsos Instagram @infosorek, Sabtu, 30 Mei 2026, malam itu mereka berdua sedang dalam perjalanan melintasi kawasan tersebut

Namun, di tengah perjalanan mereka tiba-tiba dihadang oleh sejumlah orang yang diduga merupakan pelaku pembegalan.

"Saat itu kami sedang dalam perjalanan. Tiba-tiba ada beberapa orang menghadang. Saya sempat dipukul hingga jatuh," ungkap adik korban saat menceritakan kejadian yang dialaminya.

Dalam kondisi panik dan ketakutan, ia mengaku memilih berpura-pura pingsan setelah mendapat pukulan dari para pelaku. Tidak berhenti sampai di situ, para pelaku kemudian mengikat tubuhnya dan melakban bagian mulut sehingga tidak dapat meminta pertolongan.

"Saya pura-pura pingsan. Setelah itu saya diikat dan dilakban oleh mereka," katanya.



Sementara itu, korban yang diduga berusaha melakukan perlawanan justru menjadi sasaran kekerasan yang lebih brutal. Menurut keterangan yang diperoleh keluarga, korban diduga diserang menggunakan parang yang mengenai bagian atas kepala. 

Tidak hanya itu, korban juga diduga dipukul menggunakan kayu balok hingga mengalami luka berat di bagian belakang kepala. Akibat serangan tersebut, korban terkapar dalam kondisi kritis di lokasi kejadian.

Setelah berhasil melumpuhkan kedua korban, para pelaku kemudian membawa kabur sepeda motor milik mereka dan melarikan diri ke arah yang belum diketahui. Meski dalam kondisi terikat, adik korban berusaha menyelamatkan diri. 

Dengan sisa tenaga yang dimiliki, ia mencoba melepaskan lakban yang menutupi mulutnya dengan cara menggigit hingga akhirnya berhasil terbuka.

"Saya berusaha membuka lakban sendiri dan kemudian mencari bantuan warga," ujarnya.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera berdatangan untuk memberikan pertolongan. Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke praktik bidan terdekat dengan harapan dapat segera memperoleh penanganan medis.

Namun karena kondisi korban yang sangat kritis, keluarga diarahkan untuk membawa korban ke Puskesmas Bunut agar mendapatkan penanganan yang lebih lengkap.

Sayangnya, harapan keluarga untuk menyelamatkan nyawa korban tidak terwujud. Setibanya di Puskesmas Bunut, petugas medis menyatakan korban telah meninggal dunia dalam perjalanan.

"Kami sangat terpukul. Kami berharap pelaku segera ditangkap dan dihukum sesuai perbuatannya," ujar keluarga korban.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Polisi juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor guna membantu proses pengungkapan kasus.