RIAU ONLINE, PEKANBARU – Perbaikan infrastruktur jalan dan peningkatan kesejahteraan kader Posyandu menjadi dua aspirasi utama yang disampaikan warga kepada Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru, Tengku Azwendi Fajri saat menggelar reses masa sidang III Tahun 2025/2026 di Jalan Tim I, RT 03 RW 11, Kelurahan Tangkerang Utara, Kecamatan Bukit Raya, Rabu, 15 Juli 2026 sore.
Dalam dialog bersama masyarakat, warga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Pekanbaru yang belakangan gencar melakukan perbaikan sejumlah ruas jalan. Meski demikian, mereka berharap pembangunan infrastruktur terus dilanjutkan, terutama pada ruas jalan lingkungan yang hingga kini belum tersentuh perbaikan.
Salah satu usulan yang mengemuka adalah semenisasi jalan sepanjang kurang lebih 100 meter yang belum terealisasi. Selain itu, warga juga meminta dilakukan overlay di Jalan Tim I karena kondisi aspal mulai keropos akibat usia jalan yang sudah cukup lama.
Menurut warga, Jalan Tim I merupakan jalur alternatif yang setiap hari dilalui masyarakat, termasuk para orang tua yang mengantar anak ke sekolah dari kawasan Harapan Raya menuju Jalan Banda Aceh dan sekitarnya. Karena itu, kondisi jalan dinilai perlu segera mendapat perhatian agar aktivitas masyarakat tetap aman dan nyaman.
Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru Tengku Azwendi Fajri mengatakan Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Wali Kota Agung Nugroho saat ini memang sedang memprioritaskan pembenahan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan rusak di berbagai wilayah.
“Pak Wali Kota Agung Nugroho sedang fokus bekerja membenahi Kota Pekanbaru, salah satunya melalui perbaikan jalan. Sekarang sudah banyak jalan yang mulus dan hasilnya juga bagus. Ada yang bilang tipis seperti tisu, padahal itu baru lapisan awal dan pekerjaannya belum selesai,” ujar Azwendi.
Politisi Partai Demokrat itu memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat telah dicatat dan akan diperjuangkan melalui mekanisme yang ada agar dapat direalisasikan sesuai kemampuan anggaran daerah.
“Semua aspirasi masyarakat sudah saya catat. Insya Allah akan kita perjuangkan dan komunikasikan dengan pemerintah agar bisa direalisasikan sesuai harapan warga,” katanya.
Tak hanya persoalan infrastruktur, reses tersebut juga dimanfaatkan warga untuk menyampaikan kebutuhan sarana dan prasarana Posyandu. Para kader Posyandu di RW 11 mengeluhkan minimnya fasilitas penunjang, seperti meja, kursi, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, warga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat meningkatkan insentif kader Posyandu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka dalam mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, Azwendi menilai kebutuhan fasilitas Posyandu perlu segera dipenuhi. Menurutnya, perlengkapan yang masih layak pakai di kantor-kantor pemerintahan, termasuk di lingkungan DPRD, dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional Posyandu.
“Kalau ada meja, kursi, atau perlengkapan yang masih layak di kantor pemerintahan, termasuk di DPRD, mungkin bisa dialihkan ke Posyandu agar lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia juga berharap Pemerintah Kota Pekanbaru dapat memberikan perhatian lebih kepada para kader Posyandu, khususnya terkait peningkatan insentif yang dinilai sebanding dengan peran penting mereka dalam memberikan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat.
“Kita berharap Pak Wali Kota bisa memberikan perhatian kepada kader Posyandu, terutama terkait kenaikan insentif mereka karena perannya sangat penting dalam pelayanan masyarakat,” tutup Azwendi.
Kegiatan reses tersebut turut dihadiri Lurah Tangkerang Utara, Ketua LPM Bukit Raya, Forum RT/RW Bukit Raya, tokoh masyarakat, serta para ketua RT dan RW setempat. Berbagai masukan yang disampaikan warga akan menjadi bahan pokok pikiran DPRD untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah ke depan.

