Rumah Kita Bikinan YKAKI Tanggung Biaya Pasien Selama Menginap

Rumah-Kita3.jpg
([email protected] ykaki_riau)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) merupakan yayasan yang peduli terhadap anak penyintas kanker. YKAKI melebarkan cabang ke Riau sejak tahun 2015. 

 

YKAKI berpusat di Jakarta mulanya didirikan oleh Ira Soelistyo mempunyai pengalaman dramatis harus kehilangan anaknya akibat kanker. 

 

Begitu pula dengan Elvi Riawanti ketua YKAKI Riau menjadi sosok orangtua yang merasakan hancurnya hati menjalani kenyataan bahwa buah hatinya dinyatakan mengidap kanker darah. 

 

Namun, Elvi masih diberi anugerah, saat ini anaknya masih bisa menjalani kehidupan normal dengan berbagai usaha dan perjuangan dilakukan untuk pengobatan kanker anaknya.

 

Latar belakang tersebutlah yang menguatkan tekad Elvi untuk mendedikasikan diri membantu orangtua yang saat ini berjuang demi kesembuhan anaknya.

 

“Karena saya sudah merasakan rasanya menjadi orangtua yang anaknya mengidap kanker,” ucap Elvi, Ketua YKAKI Riau pada Rabu, 11 November 2020.

 

Rumah Kita2

 

Anak penderits kanker di YKAKI

 

 

Proses pengobatan kanker memakan waktu sangat lama sehingga YKAKI berinisiatif membangun Rumah Kita sebagai rumah singgah. Sebagaimana diketahui, jarak antar daerah kabupaten/kota di Riau terbilang jauh sehingga membutuhkan waktu, tenaga dan materi lebih saat pasien dalam masa pengobatan rutin. 

 

YKAKI menerima pasien rujukan dari Rumah Sakit Unit Daerah (RSUD) Arifin Ahmad.

 

“Kami utamakan kepada pasien tidak mampu yang berobat di RSUD,” kata Elvi Riawanti, ketua YKAKI Riau.

 

Tingginya jumlah penyintas kanker di Riau dan besarnya biaya pengobatan membuat hadirnya YKAKI Riau sangat membantu bagi yang membutuhkan. Sebab banyak pendirita kanker dari kalangan menengah ke bawah. 

 

“Ada juga yang terpaksa kehilangan pekerjaan saat menjalani proses pengobatan anak kanker bagi yang berasal dari daerah di luar Pekanbaru,” ungkapnya.

 

Setelah dinyatakan mengidap kanker biasanya penyintas kanker minimal 3 bulan pertama berada di rumah sakit. 

 

“Setelah 3 bulan biasanya ada yang memutuskan keluar dari rumah sakit, tetapi jika harus bolak-balik ke daerahnya akan memakan biaya yang banyak lagi,” ujarnya. 

 

Jika mendapatkan surat rujukan dari dokter di RUSD maka pasien dapat menggunakan Rumah Kita YKAKI sebagai rumah singgah sehingga memudahkan dalam akses berobat di RSUD. 

 

“Semua biaya di YKAKI kami tanggung,” ungkapnya.

 

Rumah Kita menerima pasien dengan ketentuan anak penyintas kanker di bawah lima tahun yaitu satu anak dengan pendamping dua orangtua dan anak umur lima tahun ke atas cukup 1 pendamping orangtua. 

 

Pasien penyintas kanker yang ingin menjadi bagian dari YKAKI Riau harus memperoleh surat rekomendasi dokter. Sebab YKAKI harus memastikan bahwa anak yang akan dititipkan di Rumah Kita memang penyintas kanker yang layak tinggal di Rumah Kita. 

 

Dokter juga akan memberikan surat rekomendasi ketika kondisi anak memungkinkan untuk tinggal di Rumah Kita. Selain itu, salah satu syaratnya juga harus menyertakan surat keterangan tidak mampu karena yayasan ini diperuntukkan bagi kalangan menengah ke bawah.

 

Namun, YKAKI juga bisa menerima pasien dengan kategori mampu disaat mereka merasa membutuhkan dukungan dari orang-orang yang bernasib sama. 

 

“Orang mampu yang ingin tinggal di Rumah Kita biasanya ia ingin tinggal bersama dengan orang yang senasib, sehingga mereka memiliki teman dan sama-sama memberikan motivasi” ungkapnya. 

 

Hadirnya YKAKI menyatukan orang-orang dengan ujian cobaan yang sama sebagai orangtua dan anak penyintas kanker. Sehingga mereka bisa saling menguatkan dan mendukung satu sama lain.

 

 

Elvi berharap YKAKI bisa terus eksis dan berkembang sehingga dapat membantu anak kanker di Riau. 

 

Jika ingin mengetahui keadaan Rumah Kita YKAKI dan ingin berkontribusi bisa langsung datang ke Jalan Kartini no.56A Sumahilang, Pekanbaru, Riau.