Uang Beasiswa Macet, Novella Pasrah, Marcelino: Dia Ngak Tau Harus Ngapain

Fakultas-Kedokteran-Trisakti.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, PEKANBARU -Program beasiswa yang diberikan oleh Pemkab Rohul untuk Novella Putri, pelajar terbaik dari Rohul tidak seindah harapan. Ternyata beasiswa sudah macet sejak tahun 2015 hingga tahun 2020. Selama itu pula Novella berhutang ke kampusnya di Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti.

Teman sesama mahasiswa Kedokteran Trisakti Novella, Marcelino mengatakan, ketika itu Pemkab Rohul memberikan surat penangguhan supaya tagihan ini dibayar nanti.

"Dulukan mikir, ini urusan antara Universitas (Trisakti) dengan Pemerintah Kabupaten (Rohul) Novella. Jadi Novella kembali fokus menjalankan kewajibannya kuliah," kata Marcelino, Senin 8 Juni 2020.

Ternyata, penangguhan pembayaran biaya kuliah Novella oleh Pemkab Rohul menjadi bom waktu bagi alumni SMAN 1 Ujung Batu tersebut.

Saat akan diwisuda, Fakultas Kedokteran Trisakti kembali menyurati Novella untuk segera membayar tagihan. Jika tidak, Novella terancam tidak bisa meraih gelar Sarjana Kedokteran (S.Ked).

Novella Putri.jpg

Novella Putri

"Tiba-tiba saat ingin lulus sarjana, diingatkan kembali ternyata belum dibayar juga. Novella sempat cari bantuan, karena belum ada juga jawaban dari Bupati (Sukiman). Akhirnya, ada orang baik di kampungnya menyumbang Rp 100 juta, jadi Rp 550 juta itu cuma sisa pembayaran," jelas Marcelino.

Sebenarnya, ujar rekan sejawat sesama mahasiswa Kedokteran Trisakti ini, untuk menyelesaikan studinya Novella masih membutuhkan biaya diluar Rp 550 juta.

Namun Marcelino dan teman-temannya hanya menggalang dana Rp 550 juta saja, sesuai tagihan kampus. Ia khawatir, jika menambah jumlah penggalangan dana, nanti ada pihak-pihak menuduh dirinya berbohong.

"(Utang) Rp 550 juta itu kita bisa berikan bukti tagihannya. Kalau diluar itu, kita tidak berani juga mengada-ada, kita gak mau bohong," tambahnya.

Kawan-kawan Novella kemudian membentuk tim dan langsung bergerak di media sosial dengan hashtag #NovellaKuliahLagi ini.

Marcelino menceritakan, tim tersebut berisikan 14 orang. Marcelino sendiri bertanggung jawab di bagian humas eksternal, termasuk mengelola penggalangan dana di kitabisa.com.

Perencanaan tim ini sudah dimulai sejak Ramadhan lalu. Namun tapi baru dipublikasikan Minggu ini karena ada persiapan mulai dari pengumpulan tagihan, membuat narasi, poster dan lainnya.

Selanjutnya, Marcelino dan rekannya akan live di media sosial Instagram dengan menumpang di akun Instagram rekan-rekannya memiliki followers cukup banyak.

Diakui Marcelino, Novella sebenarnya sudah kecewa dan pasrah. Hal itu diungkapkan Novella dalam postingannya di media sosial Facebook dan Instagram serta menjelaskan kronologi hingga perasaannya saat ini.

Marcelino melanjutkan, dengan status sebagai mahasiswa cuti, Novella tidak pernah menyalahkan siapa-siapa. Ia hanya bersyukur dengan kondisi sekarang.

"Tapi keliatan banget sedihnya. Dia gak tahu harus ngapain. Akhirnya, seorang teman kita mengumpulkan orang-orang termasuk saya. Isinya orang-orang tergerak membentuk tim ini," tuturnya.

Marcel mengungkapkan, sosok Novella yang selama ini aktif dalam organisasi terutama dalam kegiatan kemanusiaan.

Komunitas Bantuan Medis Universitas Trisakti (BMUT) menjadi tempat Novella mengabdikan diri sebagai pegiat sosial.

Terutama saat ada bencana alam dan kegiatan kemanusiaan lainnya. Selain di BMUT, Novella juga aktif di komunitas Gerakan Indonesia Bermakna.

"Di Trisakti ini dia aktif di organisasi, orangnya aktif dan agamis. Kalau akademis-nya jangan diragukan lagi. Lancar semua, cuma karena masalah beasiswa ini, agak terganggu kuliahnya," pungkas Marcelino. Artikel ini sudah tebrit di Kumparan.com