Kisah Driver Ojol Bertahan Dengan Uang Tabungan Selama Covid-19

ojol-tunggu-penumpang.jpg
(Tempo.co)

Laporan: RONI TUAH

RIAUONLINE, PEKANBARU - Diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Pekanbaru, berdampak semakin menurunnya pendapatan sejumlah warga.

Salah satunya warga Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, yang meminta diinisialkan SY mengatakan, Sejak kasus Covid-19 pendapatannya sebagai driver Ojol kian merosot.

"Sejak ada virus Corona ini saya hanya dapat 40 ribu, kadang gak ada dapat," Katanya.

Apalagi perusahaan jasa transportasi online tempat ia bermitra juga tidak lagi menyediakan fitur antar dengan motor.

"Aku mutuskan untuk berhenti dulu bang, resiko covid menyerang tinggi, takut terpapar, dan apalagi sudah gak ada lagi antar penumpang, bagus nganggur dulu," Ungkapnya.

Tidak hanya itu, SY juga bercerita bahwa istrinya yang punya usaha pembuatan undangan nikah pun harus merasakan hal yang sama.

"Hajab bang, istri kan ada usaha buat undangan nikah, semuanya cancel," Lanjutnya.

SY menjelaskan, selama pendapatannya merosot, ia bertahan dengan penghasilannya sebelum Virus Corona sampai ke Indonesia. Namun kini ia kebinggungan untuk menghidupi keluarganya.

"Dulu dalam satu hari, saya bisa mendapatkan 150 ribu per hari bahkan lebih, sedikit saya sisihkan untuk tabungan, tabungan itu sudah saya gunakan sekarang, dan tinggal sedikit," ceritanya.

Ia juga berharap, jangan hanya driver Ojol saja yang diperhatikan pemerintah, profesi lainnya yang kurang mampu juga harus diperhatikan.

"Walaupun saya berprofesi sebagai driver Ojol, kan tidak hanya Ojol saja di Indonesia ini, kan ada profesi lainnya juga, itu diperhatikan juga," Harapnya.

Menurut SY, Penerapan PSBB di Kota Pekanbaru, tidak tepat dan terlambat.

"Seharusnya pemerintah Pekanbaru ni (menerapkan) di Lockdown saja, jangan bolehkan orang keluar masuk, biarlah rugi 2 atau 3 Minggu, lebih jelas, ini gak jelas sampai kapan begini," sebutnya.

Menurutnya juga, masyarakat masih banyak yang berkeliaran, itu karena untuk bertahan hidup.

"Telat pemerintahan ni, sudah parah baru semua dilarang-larang, kalau iya peduli, kasih sembako semua dulu, baru terapkan peraturan itu, perut lapar, bagaimana bisa bertahan di rumah aja," Keluhnya.

Ayah satu anak ini, tidak tau harus bagaimana lagi, jikalau tabungannya selama menjadi driver Ojol habis.

"Sekarang saya bingung bang, tabungan sudah habis, usaha istri cancel semua, gak ada pemasukan lagi. Sampai kapan menunggu bantuan, ya kalau dikasih bantuan terus, kalau gak bagaimana," Tutupnya.

-->