Pemkab Pelalawan Imbau Distributor Tidak Mainkan Harga Bahan Pokok

sidk-bapok.jpg
(riski)

Lapaoran: RISKI APDALLI

RIAUONLINE, PELALAWAN - Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindag) Kabupaten Pelalawan atau Koordinator Tim Gugus Tugas Covid-19 Bidang Ekonomi, Fakhrizal, memastikan harga sembako di Pelalawan masih aman dan stabil.

Namun dalam hal ini, pihaknya sedang memantau adanya dugaan permainan Distributor atau Agen pemasok barang dilapangan, sehingga kondisi pasar saat ini menjadi kurang stabil.

Oleh karena itu, pihaknya akan terus melaksanakan operasi pasar dan memantau pergerakan pasar dalam menghadapi wabah Covid-19 atau Virus Korona.

Pada hari ini Jum'at, 27 Maret 2020, usai ibadah shalat Jumat tim gugus tugas bidang ekonomi, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Atmonadi didampingi Kadiskop UKM Perindag, Fakhrizal, melaksanakan pamantauan di salah satu toko harian di Pangkalan Kerinci, saat pemantuan pihaknya menemukan kenaikan di harga gula pasir sesuai penuturan pedagang, untuk Barang Pokok Masyarakat (Bapokmas) lainnya masih aman.

"Harga gula pasir sekarang Rp.18.000,-/ Kg, pak, harga beras dan lainnya masih seperti harga biasa, namun stok dibatasi distributor ndak seperti biasanya," ungkap, Ucok, kepada Wartawan saat ditemui tim melakukan pemantuan.

Hal ini juga dibenarkan tim gugus tugas, bahwa yang naik harga gula pasir di pasaran, namun untuk harga Bapokmas lainnya masih stabil. Dan hal ini akan jadi pantauan pihaknya di lapangan.

"Jadi kita meminta masyarakat jangan terlalu panik, karena untuk saat ini secara nasional harga gula pasir memang mengalami kenaikan, namun untuk Bapokmas yang lain masih stabil," ucap Fakhrizal.

"Kita di sini juga akan memantau harga malalui tim dilapangan seperti dari penyuluh dan lainnya, nanti akan kita sampaikan perminggunya kalau perlu nanti perhari kita sampaikan hasil pantauan kita," tambahnya.

Karena dalam kondisi pasar saat ini, pihaknya menyayangkan ulah oknum yang mengambil kesempatan dalam wabah virus korona ini, oleh sebab itu tim gugus tugas juga akan memonitor permainan dilapangan yang membuat kondisi pasar tidak stabil dan sehingga bisa membuat Bapokmas terbatas nantinya.

"Di sini kita himbau kepada distributor agar tidak menimbun barang yang akan dipasarkan di Pelalawan. Jika hal ini terjadi kami minta pedagang dan masyarakat yang mengetahui agar melaporkan kepada kami (Tim Gugus Tugas Bidang Ekonomi). Dan ini akan kami pantau terus agar kondisi pasar tetap terus stabil," tegas mantan Kadiskominfo Pelalawan ini.

Apalagi dalam beberapa hari ini, kata Fakhrizal, masyarakat Pelalawan dihebohkan dengan berita hoaks atau bohong yang beredar seperti, memakan telur rebus bisa terhindar dari wabah Covid-19. Ternyata setelah ditelusuri pihak berwenang, ulah oknum pedagang telur darah Selawesi Selatan yang membuat postingan di media sosial (Medsos) agar dagangannya laris.

"Jadi kita juga mengajak masyarakat, agar tidak membenarkan Issu (hoaks) yang menyesatkan, yang membuat tidak kondisifnya daerah kita," ujarnya.

Disisi lain, ia sebagai koordinator tim gugus tugas covid-19 bidang ekonomi juga menyarakankan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi agar bisa membantu meringankan beban masyarakat menghadapi wabah covid-19 malalui Corporate Social Responsibility(CSR) nya.

"Kita juga mengajak perusahan-perusahaan di Pelalawan untuk melakukan bazar dan lainnya melalui progran CSRnya untuk membantu mengingankan beban masyarakat saat ini," pungkas Fakhrizal, kepada RiauOnline.co.id.***

-->