Iptu Amru Abdullah Bangga Warga Pujud, Rohil, Paham Pentingnya Physical Distancing

Kapolsek-Pujud-Iptu-Amru-AbdullahRiau-Online.jpg
(Riau Online)
RIAU ONLINE, ROHIL - Kapolsek Pujud, Iptu Amru Abdullah memastikan pihaknya akan bekerja maksimal dalam pencegahan virus Corona di wilayah kerjanya, yakni Kecamatan Pujud dan Tanjung Medan.
 
Kepada Riau Online, Amru tak membantah jika ada beberapa persoalan yang menjadi kendala yang harus dihadapi pihaknya, namun pihaknya masih tetap mengedepankan sikap persuasif.
 
"Tantangan tugas kami menyadarkan masyarakat, Alhamdulillah sekarang sudah banyak yang mulai mengerti dengan anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan," kata Amru, Sabtu, 28 Maret 2020. 
 
Sebab, dalam menjalankan tugasnya, baik Amru sendiri maupun 33 orang anggotanya harus memberikan penjelasan kepada masyarakat yang kerap melontarkan protes dan memiliki perbedaan pendapat dengan pemerintah. 
 
Namun, ia bersyukur sampai hari ini belum pernah menerima penolakan yang ekstrim dari masyarakat Rohil.
 
"Sampai saat ini, masyarakat hanya sebatas bertanya saja, dan kami terus beri penjelasan dengan persuasif. Kalau yang menolak keras dan ekstrim, Alhamdulillah belum pernah," ujar Amru.
 
Amru menjelaskan, bersama dengan TNI, pihaknya selalu berkeliling kampung siang dan malam untuk menghimbau agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang sifatnya keramaian.
 
"Tugas kami adalah menyadarkan masyarakat siang dan malam. Di Pujud tidak boleh ada yang ngumpul lagi, kalau ada kami imbau pulang," tuturnya.
 
Terkait alat medis seperti masker yang langka, tak dipungkiri Amru juga menjadi kendala dalam menjalankan tugas, namun ia tak bisa berbuat banyak karena kondisi ini tidak hanya terjadi di Rohil saja.
 
"Di kota-kota saja kan sudah langka, apalagi di kecamatan-kecamatan seperti ini," imbuhnya.
 
Disinggung mengenai Karhutla yang juga mengancam wilayah kerjanya, ditegaskan Amru, sampai hari ini masih bisa di handle dengan baik berkat aplikasi Lancang Kuning sehingga pihaknya bisa bergerak cepat ketika ada laporan masuk.
 
"Pujud ini kan juga rawan titik api. Tapi sejauh ini kami masih bisa handle, karena untuk penanganan Karhutla itu juga ada timnya. Kami pakai sistem piket, misalnya hari ini anggota ada di tim Covid-19, mungkin dia besok pindah ke Karhutla," pungkasnya.
 
 
 

-->