DPR RI Tidak hadir Rapat Dengan Gubernur Riau, Kapitra: Karena Ini Bukan Kampungnya

forum.jpg
(istimewa)
RIAU ONLINE , PEKANBARU - Pengacara kondang Kapitra Ampera angkat bicara terkait pertemuan sejumlah anggota DPR RI asal Riau dengan Gubernur Riau dan walikota bupati yang ada di Riau.
 
Politisi PDIP ini pesimis Forum Komunikasi Anggota DPR RI ini akan betul-betul memperjuangkan hak-hak masyarakat Riau.
 
Hal tersebut ia katakan karena melihat tidak ada keseriusan oleh anggota DPR RI dari Riau di pusat.
 
Salah satu buktinya, jelas Kapitra, bisa dilihat dari minimnya anggota DPR RI hadir dalam rapat yang juga diikuti oleh tokoh masyarakat Riau dan juga Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Riau.
 
"Bubarkan saja itu, masyarakat tidak usah berharap terlalu banyak dari sana, itu forum politis. Kita lihat yang hadir hanya beberapa orang saja," tegas Kapitra, Senin, 6 Januari 2020.
 
Untuk diketahui, dalam silaturahmi hari ini hanya dihadiri oleh lima orang anggota DPR RI, yakni Ketua Forum Achmad (Demokrat), Syahrul Aidi (PKS), Syamsurizal (PPP), Arsyadjuliandi Rachman (Golkar), dan Abdul Wahid (PKB).
 
Sedangkan delapan orang lainnya yakni M Nasir (Demokrat) bersama dengan putranya M Rahul (Gerindra) tidak hadir dalam rapat tersebut.
 
Begitu juga dengan dua orang politisi PDIP, Marsiaman Saragih dan Effendi Sianipar, lalu Eddy Tanjung (Gerindra), Chairul Anwar (PKS), Jon Erizal (PAN), dan Idris Laena (Golkar).
 
"Mereka hadir karena memang mereka itu orang Riau. Yang lain apa?" tambahnya.
 
Forum ini, tutur Kapitra, baru akan bisa berjalan jika semua anggota DPR RI dari Riau memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Riau, namun ia hanya melihat ikatan tersebut dalam beberapa orang anggota DPR RI saja.
 
"Kita lihat yang peduli hanya beberapa orang saja, di luar itu tidak ada. Mereka itu gak akan pulang ke Riau. Karena ini bukan kampungnya, mereka hanya menjadikan Riau lumbung suara, mengeruk suara supaya terpilih," pungkasnya.
 
Namun, ia tidak mau menyalahkan anggota DPR RI sepenuhnya, karena yang memilih mereka hingga mereka duduk adalah masyarakat Riau sendiri.
 
"Yang memilih kan rakyat, ya ini konsekuensinya," tutupnya.