Aktual, Independen dan Terpercaya


Dewan Minta Klarifikasi Isu Jual Beli Proyek di Dinas Perkimtan Bengkalis

perkim-bengkalis.jpg

Laporan : ANDRIAS

RIAU ONLINE, BENGKALIS - Sempat empat kali dilakukan pemanggilan dan diundang tidak hadir hearing, hal yang sama juga dilakukan oleh Kepala Dinas Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Bengkalis, Gendrayana.

Usai melakukan hearing bersama Kepala Dinas PUPR, selanjutnya sekitar pukul 17.10 WIB sore kembali Komisi II DPRD kembali menggelar hearing bersama Dinas Perkimtan Bengkalis tersebut.

Beda hearing sebelumnya, Kali ini, rapat dengar pendapat yang di komandoi Ketua Komisi II DPRD itu juga terlihat dihadiri Ketua DPRD Bengkalis, Khairul Umam dan Wakil Ketua Kaderismanto.

Menariknya pada hearing itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis, Kaderismanto menyampaikan pertanyaan kepada Kepala Dinas Perkimtan Bengkalis terkait adanya isu yang beredar dinas mereka terjadi jual beli kegiatan proyek penunjukan langsung (PL) .

Dimana dalam penjual belikan PL Ini mengatasnamakan nama pimpinan dewan.

"Saya mau klarifikasi, tolong pak Kadis jawab ini, isu yang saya dengar ada jual beli PL yang dilakukan Dinas Perkimtan mengatas namakan unsur pimpinan dewan. Apakah ini benar, kalau benar nama pimpinan dewan yang mana," tegas Kaderismanto dalam forum tersebut.

Santernya isu yang diterima oleh Pimpinan Dewan Bengkalis itu sangat beralasan. Pasalnya, Kadis Perkimtan melontarkan isu yang diakui Kaderismanto sangat menjatuhkan citra pimpinan dewan.

"Tolong jelaskan oleh pak kadis, pimpinan yang mana? Sebutkan saja siapa orang nya agar isu ini menjadi terang!," tegas Politisi PDI Perjuangan dengan nada kesal.

Gendrayana yang terlihat terkejut dengan pertanyaan ini sontak menjawab tidak benar adanya jual beli paket PL di Dinas mereka.

"Kalau isu itu tidak benar. Jangankan jual beli paket, apalagi bagi-bagi paket untuk anggota dewanpun tidak ada," kilah Gendrayana.

Menurut dia, meskipun dirinya menepis adanya jual beli paket di Dinasnya, Gendrayana mengakui adanya orang yang menjual nama dirinya terkait proyek kegiatan tahun 2018 lalu.

"Untungnya yang menjual nama saya sudah menghubungi saya melalui wa memita maaf," pungkasnya.