Karhutla Tak Kunjung Tuntas, Pengamat: Kedatangan Kapolri dan Panglima Elitis dan Ekslusif

elviriadi-uin.jpg
(Tanjung)
IAUONLINE, PEKANBARU - Pakar lingkungan provinsi Riau, Dr Elviriadi berharap kedatangan sejumlah pejabat di pemerintahan pusat ke provinsi Riau jangan dibungkus dengan kesan elitis dan eksklusif.
 
Sebab, menurut Elviriadi, selama ini beberapa pejabat penting seperti Kapolri, Panglima TNI, Menteri LHK, Kepala BNPB untuk mengatasi kabut asap selalu memberi tembok antara mereka dan masyarakat.
 
Harusnya, para pejabat ini, kata Elviriadi, bisa membuka ruang diskusi dengan masyarakat Riau yang merasakan langsung dampak dari bencana kabut asap ini, namun para pejabat ini jangankan berdiskusi menyapa pun tidak.
 
"Kita mau mereka berdialog dengan masyarakat Riau, dengar keluhan rakyat Riau di jalanan, jangan datang dan pulang dengan suasana elitis dan ekslusif. Tidak ada dampak bagi rakyat Riau kalau begitu terus," ujarnya, Sabtu, 14 September 2019.
 
"Itulah yang namannya pemimpin, mendengarkan rakyat. Kita tidak mau ada tembok besar antara pemimpin dengan rakyat. Mereka selalu terkesan menutup diri, mereka seperti melihat kalau rakyat mengganggu tugas mereka," tambahnya.
 
Kalau misalkan alasan pengamanan dan protokoler membuat mereka tidak bisa mendekat ke masyarakat, para pejabat ini tinggal meminta pemerintah setempat mengumpulkan masyarakat di dalam suatu forum.
 
"Untuk kampanye saja bisa kok ngunpulin ribuan orang, kampanye pagi sampai malam pun bisa. masa untuk mengumpulkan dihadapan Panglima saja tidak bisa," pungkasnya.
 
Selain itu, kedatangan mereka selalu seperti orang yang nol informasi, dimana mereka hanya mengandalkan protokoler dalam melakukan kunjungan ke provinsi Riau, termasuk lokasi kebakaran yang akan dikunjungi.
 
"Mereka harus membawa data kongkret, faktual dan komprehensif, terkait perisitiwa di lapangan, jangan seperti orang nol infromasi. Mereka pasti punya tu, kan ada satelit," pungkasnya.
 
Apabila hal-hal tersebut dilakukan oleh para pejabat ini, Elviriadi yakin Kebakaran hutan di Riau dalam tiga hari akan selesai, karena pejabat ini bisa mengambil sikap yang tepat.
 
"Disana bisa diidentifikasi, bisa diambil tindakan tegas. Karena kan data di mereka diNampak efek mereka datang.
 
Sebelumnya, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, direncanakan akan ke Pekanbaru, Sabtu, 14 September 2019, pukul 14.00 WIB.
 

Catatan RIAUONLINE.CO.IDjika hari ini Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian ke Riau, berarti sudah kali keempat.

Ketiga kali ke Riau, kesemuanya terkait Karhutla. Namun, asap dan kebakaran lahan dan hutan, tetap saja terjadi.

Kunjungan pertama pada 23-24 Februari 2019. Kedua jenderal bintang empat tersebut berada di Riau selama dua hari dengan melihat-lihat dan memadamkan api serta gelar wawancara di lokasi lahan terbakar, di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.

Tak lama berselang, titik api bergejolak dan asap kembali menebal. Kunjungan kedua, 13 Maret 2019, juga ke Pulau Rupat melihat proses pemadaman.

Kemudian, kali ketiga, Hadi dan Tito ke Riau, 12 Agustus 2019, datang kembali ke Riau, melihat karhutla di Pelalawan.

Terakhir, keempatkalinya, jika jadi datang, Hadi dan Tito ke Riau untuk menghadiri Rakor diselenggarakan Pemprov Riau bersama Bupati, Wali Kota, Kapolres serta Dandim, di Ruangan Pauh Janggi Gedung Daerah.

Akankah kedatangan keempat kali ini asap dan kualitas udara di Riau kembali sedia kala?