Target Zero Fire, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Pelalawan

pemadaman-karhutla.jpg
(istimewa)

RIAUONLINE, PELALAWAN – Puluhan personil Tim Gabungan Terpadu berjibaku memadamkan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di sejumlah titik di Kabupaten Pelalawan, Riau. Karhutla terdeteksi di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan sejak Senin (22/7/2019) berhasil dijinakkan tim gabungan, TNI/ Polri, Fire Emergency Response Team (FERT) PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Masyarakat Peduli Api (MPA) dan masyarakat tempatan keesokan harinya.

“Karhutla di Desa Sering sudah bisa dikendalikan tim gabungan bersama tim RAPP,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Hadi Penandio.

Selain di Desa Sering, FERT RAPP juga membantu pemadaman di Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti. Beruntung, lahan seluas kurang lebih satu hektar  cepat dipadamkan sehingga karhutla segera teratasi. Kemudian pada Rabu (24/7/2019), tim FERT RAPP kembali diterjunkan ke lokasi karhutla di Desa Penarikan dan areal adat Batin Bedagu, Kecamatan Langgam. Kebakaran di sana terdeteksi sejak Selasa (23/7/2019) kemarin dan tim gabungan dari rayon Langgam pun langsung diterjunkan ke lokasi untuk pemadaman.

“Personil tim gabungan dari rayon Langgam, TNI, Polri, MPA, Kecamatan, BPBD, Damkar bersama tim pemadam dari perusahaan termasuk RAPP sudah kita turunkan ke lokasi kebakaran, dan pembagian rayon ini memang cukup efektif karena setiap tim rayon tetap siaga jika sewaktu-waktu dibutuhkan untuk pemadaman,” kata Hadi.

Assistant Head of Fire and Aviation, RAPP, Sulaiman mengatakan sebanyak 27 personil diterjunkan ke lapangan untuk ikut membantu memadamkan kebakaran di Desa Sering. "Begitu ada laporan kebakaran dari lapangan, kita langsung berangkat menuju lokasi, dan melakukan upaya pemadaman di Desa Sering," ujarnya.

Sulaiman mengaku timnya sempat kesulitan mencari sumber air untuk pemadaman. Akhirnya tim menarik selang sejauh 1 kilometer dari Sungai Kampar ke titik kebakaran. Hingga saat ini, tim masih memantau kondisi terakhir pasca pemadaman, meskipun sudah dibantu oleh hujan pada malam harinya.

Danramil 03 Bunut Kapten Inf E Sihotang menjelaskan kondisi angin di Desa Sering yang berputar dan berubah arah membuat tim gabungan kewalahan memadamkan api.  “Tim agak kesulitan memang, di tambah persedian air mulai menipis dan akhirnya diambil dari Sungai Kampar yang jaraknya cukup jauh,” jelasnya.

Sekretaris Desa Sering, Bakri Yulis mengatakan kebakaran terjadi di area rencana persawahan yang belum diolah namun sudah dibuat parit. Mendapat laporan kebakaran, dirinya langsung berkoordinasi dengan sejumlah pihak, seperti TNI, Polri, MPA dan RAPP.

“Infonya warga melihat ada kobaran api cukup besar di area semak belukar, lalu ada tim Koramil and RAPP yang juga melihat, langsung menurunkan timnya ke sana,” ujar Bakri.

Bakri mengaku sudah mensosialisasikan bahaya penggunaan api di lahan terbuka, terlebih di musim kemarau ini. Ia juga mengapresiasi adanya program Desa Bebas Api (Fire Free Village Program) yang digagas RAPP berkolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat sebagai solusi pencegahan karhutla.

“Sudah sering dipesankan kepada warga, di pertemuan atau rapat, pokoknya segala kesempatan, agar berhati-hati dengan api puntung rokok, bakar sampah, dan tidak membuka lahan dengan cara membakar seperti program Desa Bebas Api,” pungkasnya. (rls)