RIAU ONLINE, JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat yang terdiri dari pimpinan Badan Riset dan Inovasi Nasional, Danantara, dan sejumlah menteri ke Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 22 September 2026.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan, salah satu bahasan dalam pertemuan tersebut adalah rencana program Prabowo terkait sepatu murah untuk siswa miskin.
"Kami tengah menggodok proyek strategis nasional berupa penyediaan sepatu terjangkau bagi siswa dari keluarga kurang mampu," kata Arif, dikutip dari Suara.com.
Menurutnya, sepatu tersebut dirancang dengan kriteria khusus: awet, nyaman, namun tetap dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau.
Langkah ini, dikatakan Arif, merupakan bentuk keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan pendidikan anak-anak Indonesia.
"Ini sesuai harapan Pak Presiden, agar siswa yang kurang mampu tetap bisa terpenuhi kebutuhannya, termasuk sepatu. Tentu, dengan riset dan inovasi yang cocok," ungkapnya.
Ia menekankan, riset yang dilakukan oleh lembaganya harus memiliki nilai guna yang nyata dalam menjawab problematika di lapangan.
"BRIN selalu melakukan riset yang ada nilainya, ada keberpihakannya, terutama untuk memecahkan persoalan saudara-saudara kita yang kurang mampu. Kami selalu mencari solusinya," tutur Arif.
Meskipun konsepnya telah dipaparkan kepada Presiden, pihak BRIN belum merinci secara detail mengenai estimasi harga jual maupun lini masa distribusi sepatu tersebut kepada masyarakat luas.

