Seperti Mendapat Firasat, Zuraida Hanum Menangis Sebelum Divonis Mati

Zuraida-Hanum4.jpg
(Datuk Haris Molana-detikcom))

RIAU ONLINE, MEDAN-Air mata menetes di pipi Zuraida Hanum sebelum mendengar vonis hakim Pengadilan Negeri Medan. Saat itu dia tengah duduk di kursi pesakitan dan sedanng mendengar vonis yang dibacakan hakim.

Zuraida oleh hakim dinyatakan terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan hakim PN Medan yang juga suaminya sendiri, Jamaluddin.

Sidang vonis Zuraida ini digelar di PN Medan, Rabu 1 Juli 2020. Selain Zuraida, dua terdakwa lainnya Jefri Pratama dan Reza Fahlevi juga menjalani sidang vonis.

Ketiganya tak hadir secara langsung di PN Medan. Mereka mengikut persidangan secara virtual lewat video conference dari rutan tempat mereka ditahan masing-masing.

Hakim sempat menskors sidang hingga tiga kali gara-gara koneksi dengan rutan tempat Reza dan Jefri ditahan terputus. Setelah koneksi diperbaiki, sidang dilanjutkan.

Majelis hakim secara bergantian membacakan pertimbangan dalam putusan Zuraida dan dua terdakwa lainnya. Salah satu pertimbangan hakim adalah soal hubungan suami istri yang dinilai sebagai bagian dari upaya Zuraida agar Jefri mau menuruti keinginannya membunuh Jamaluddin.

Zuraida Hanum bersama suami, Jamaluddin

Hakim Jamaluddin dan Zuraida Hanum

"Majelis hakim berkesimpulan kedekatan hubungan tersebut merupakan bagian upaya terdakwa Zuraida Hanum untuk mempengaruhi saksi Jefri Pratama agar mau melakukan sebagaimana diinginkan oleh terdakwa Zuraida Hanum," ujar hakim.

 Persoalan hubungan pribadi antara Zuraida dan Jefri ini juga beberapa kali terungkap saat proses persidangan. Zuraida dan Jefri juga mengakui kalau mereka pernah melakukan hubungan suami istri.

Persidangan terus berlanjut. Setelah membacakan berbagai pertimbangan termasuk hal-hal yang memberatkan, hakim membacakan putusannya terhadap Zuraida.

"Divonis dengan hukuman pidana mati," ujar hakim di PN Medan.

Dia dinyatakan bersalah melanggar Pasal 340 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1,2 KUHP. Hakim menyatakan Zuraida bersalah melakukan pembunuhan bersama Jefri Pratama dan Reza Fahlevi.

Zuraida sendiri terlihat tak lagi menangis saat hakim membacakan vonis mati tersebut. Dia hanya terlihat terdiam mendengar vonis itu.

Pengacara Zuraida juga menyebut kliennya masih pikir-pikir apakah akan mengajukan banding atau tidak. Selain Zuraida, pihak jaksa juga menyatakan pikir-pikir. Artikel ini sudah terbit di Detik.com