Langgar Jam Malam, Marianus Manis Babak Belur Dihajar Oknum Polisi

Marianus-Manis.jpg
(istimewa)

RIAU ONLINE, MAUMERE-Puluhan oknum anggota Polres Sikka yang sedang melakukan patroli pada malam hari di seputaran Kota Maumere sempat bersitegang dengan Marinus Manis, seorang warga Kloanglagot, Desa Wairkoja, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka, Propinsi NTT pada Sabtu 11 April  sekitar pukul 18.30 WITA.


Bersitegang itu pun berujung pada penganiayaan oleh beberapa oknum polisi terhadap Marianus Manis hingga menyebabkan dirinya mengalami memar dan luka di bagian wajah. Pada kedua bola mata pun berwarna merah lebam akibat darah yang terkumpul.


Kepada media ini, Rabu 15 April 2020, Marianus Manis mengungkapkan bahwa kejadian nahas itu berawal dari dirinya yang hendak membeli nasi bungkus pada Sabtu 11 April 20202 sekitar pukul 18.30 WITA di salah satu warung di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur, Kabupaten Sikka. 

Dirinya menyebutkan, setelah itu, salah satu anggota aparat Polres Sikka yang sedang berpatroli tersebut langsung memukul Marianus Manis yang diikuti oleh salah satu anggota polisi Polres Sikka yang kemudian mendorong kendaraan roda dua milik Marianus Manis.


“Mereka dorong motor ke sana, saya ikut dari belakang saya video dari belakang, sampai di dekat mobil patroli itu, ada yang lihat, langsung bentak, marah saya ambil HP langsung semua serbu pukul saya lalu tangan saya dikasih ke belakang lalu diborgol , dibuang diatas mobil patroli, dipukul, ditendang, cekik saya sampai dengan saya pingsan, dan kaget mau masuk Polres baru saya sadar terus saya turun disitu. HP, motor, headset, kacamata, topi diambil semua. Saya minta HP untuk komunikasi juga tidak bisa disitu, napas sesak setengah mati sampai dengan tidur dibiarkan saja, sempat saya batuk dan keluar onggokan darah, saya mau foto buat bukti juga tidak ada,” ungkapnya.


Disebutkan, dalam keadaan tangan diborgol, Marianus Manis sempat membuat laporan kehilangan karena merasa barang-barang bawaannya hilang namun laporan tersebut tidak diterima oleh pihak Kepolisian Polres Sikka. 

IMG-20200415-WA0065-01.jpeg

Marianus Manis, korban penganiayaan polisi Polres Sikka saat patroli jam malam di Kota Maumere.Foto: istimewa.

“Saya sempat minta diantar ke rumah sakit juga tidak dihiraukan, suruh yang tangkap atau yang patroli datang dulu baru urus, akhirnya saya berdiri di depan, ada anggota yang dari dalam lalu seret saya masuk kedalam. Sampai dengan mereka pulang sekitar 22.30 WITA baru borgol itu dibuka, lalu kasih kembali HP,” ungkapnya.


Marianus Manis mengungkapkan, setelah borgol dibuka, lima menit kemudian dirinya menuju rumah sakit guna melakukan pengobatan. 
Dengan kasus tersebut, Marianus Manis telah membuat laporan secara resmi ke Propam Polres Sikka guna urusan selanjutnya dan telah dipanggil Propam Polres Sikka pada Selasa (14/4/2020) untuk dimintai keterangan lebih lanjut.


Kapolres Sikka, Kapolres Sikka, AKBP Sajimin yang dikonfirmasi florespedia terkait kejadian tersebut melalui telepon genggamnya pada Minggu (12/4/2020) sekitar pukul 13.10 WITA mengatakan yang bersangkutan diduga dalam keadaan mabuk.


“Orang tersebut mabuk berat. Kita amankan, Tapi jika, ada kasus penganiayaan kita akan lakukan penyelidikannya. Sedang ditangani di SPKT,” ungkap Sajimin. 
Informasi yang dihimpun media ini, Marianus Manis bersama keluarganya telah menemui Kapolres Sikka, AKBP Sajimin di ruang kerjanya dan Kapolres Sikka telah menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com

-->