Putri Mantan Presiden Tak Rela Anggota DPR Diutamakan Rapid Test Covid-19

Alissa-Wahid.jpg
(Tempo.co)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Besok, Kamis 26 Maret 2020, 575 anggora DPR RI beserta keluarga akan menjalani rapid test covid-19. Namun rencana itu ditentang oleh putri mantan presiden Gus Dur, Alissa Wahid.

Dia mengaku tak iklas bila pemerintah mendahulukan anggota DPR RI dibandingkan tenaga medis dan keluarganya.

Alissa berpendapat bahwa para petugas medis lebih berhak mendapat prioritas tes cepat atau rapid test Covid-19 daripada anggota dewan.

"Semua rakyat juga ingin begitu (mengikuti rapid test). Tapi saya dan banyak orang lain lebih ingin agar rapid test ini untuk para petugas medis dan keluarganya" tulis Alissa melalui Twitter pada Senin 23 Maret.

"Kami rakyat ikhlas untuk mereka karena meingkhlaskan dirinya untuk bangsa." sambungnya.

Mengutip dari Antara, Sekjen DPR RI Indra Iskandar menyebut bahwa para anggota DPR sejumlah 575 orang akan melakukan rapid test Covid-19 pada Kamis 26 Maret 2020.

Indra mengatakan semua anggota DPR RI ingin memastikan dirinya dan keluarganya terbebas dari paparan virus corona.

"Dimana-mana, pusat-pusat pemerintahan juga terkena dan mereka juga ingin memastikan," kata Indra.

Menanggapi rencana anggota dewan tersebut, Alissa Wahid mengaku tak ikhlas, "Masya Allah, saya tidak ikhlas atas keegoisan DPR".

Menurutnya, para wakil rakyat tetap bisa melakukan rapid test ini asal para petugas medis didahulukan untuk memeriksakan diri.

"Nanti, setelah para petugas medis dan mereka yang di garis depan, monggolah diatur. Tapi sebelum mereka, jangan," pungkasnya.

Artikel ini sudah terbit di Suara.com