Saat ASN Bekerja di Rumah, Karyawan Harus Berdesakan karena TransJakarta Tak Beroperasi Penuh

Antren-menuju-halte-busway-di-terminal-Kalideres.jpg
(Hermon Julius Untuk kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Imbauan Presiden Jokowi dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang  telah mengimbau warga untuk melakukan segala aktivitasnya di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona tidak serta merta bisa dilaksanaan. Pasalnya belum semua perusahaan meliburkan karyawannya. 


Namun ternyata imbauan itu tak sepenuhnya langsung bisa dijalankan. Untuk para pekerja misalnya, mereka masih harus tetap ke kantor karena pihak perusahaan belum memberlakukan sistem work from home (WFH).


"Saya hari ini masih masuk kantor. Perusahaan baru mau ambil kebijakan soal ini," kata Adik, salah seorang karyawan di perusahaan di kawasan segitiga emas Sudirman, Jakarta, Senin 16 Maret 2020.

Ia pun harus tetap ngantor, dengan naik commuter line dari rumahnya di Citayam, Bogor. KRL tetap sesak, tak ada perubahan seperti hari-hari biasanya.
Hal lebih parah terjadi di Terminal Kalideres. Bus TransJakarta lebih ramai dari biasanya karena para pengguna jasa tetap harus berangkat ke kantor.
"Ini antrean untuk masuk halte TransJakarta dari jam 06.30 pagi," kata Hermon Julius, warga Kalideres, kepada kumparan.

Saking banyaknya orang yang mengantre, Hermon pun belum mendapatkan giliran naik bus kendati sudah menunggu sejam.
"Masuk haltenya saja belum. Banyak bus yang tidak beroperasi ditambah aturan bus berangkat 20 menit sekali sehingga antrean semakin panjang," kata Hermon.

Sebelumnya, Gubernur Anies Baswedan sudah mengumumkan bahwa jadwal perjalanan bus TransJakarta dipotong nyaris 80 persen, dari semula 248 menjadi 13. Pihak TransJakarta pun mengimbau agar masyarakat menyesuaikan dengan kebijakan itu.


"Pihak TransJakarta mengimbau untuk warga yang tidak memiliki urusan yang sangat penting tidak keluar rumah," demikian keterangan dari humas Transjakarta.

MRT Juga Antre
Antrean juga terlihat di Stasiun MRT Fatmawati. Dimas Faiz, warga Pamulang, Tangerang Selatan, memotret kondisi antrean pada pukul 06.40 WIB.

Menurut Dimas, para calon penumpang MRT diperiksa suhu tubuh sebelum masuk stasiun MRT. 

Pembatasan penumpang hanya 60 oran di dalam setiap gerbong MRT juga diberlakukan sesuai anjuran social distancing atau pembatasan sosial.
Patuhi Imbauan Jokowi


Sementara itu, hari ini Anies Baswedan lewat akun Instagramnya mengimbau masyarakat Jakarta agar mematuhi arahan Presiden Jokowi pada Minggu kemarin.


"Mari semua yang di Jakarta ikut melaksanakan arahan Presiden @jokowi: kerja dari rumah," tulis Anies seraya melampirkan pidato Jokowi.
⁣Dalam pidatonya di Istana Bogor hari Minggu, Jokowi menyatakan, "Kepada seluruh rakyat Indonesia, saya minta tetap tenang, tidak panik, tetap produktif, meningkatkan kewaspadaan agar COVID ini bisa kita hambat dan kita setop."

Jokowi juga mengimbau rakyat Indonesia untuk melakukan kegiatan dari rumah. Ia juga meminta seluruh rakyat untuk terus saling tolong menolong dan bersatu pada menghadapi virus corona di Indonesia.


"Dengan kondisi ini saatnya kita kerja dari rumah, belajar dari rumah, ibadah di rumah," jelas Jokowi.
Kebijakan work from home (WFH) sendiri sudah banyak diterapkan oleh sebagian kantor atau perusahaan di Jakarta.


"Ini langkah bagus, saya harap akan lebih banyak perusahaan yang ikut work from home. Perusahaan harus tegas. Tapi, pemerintah juga harus memberikan insentif pada perusahaan agar patuh, seperti di Jepang atau negara lainnya," komentar Aiko Awal Pasya, karyawati sebuah perusahaan konsultan di Jalan MH Thamrin, yang sejak pekan lalu WHF.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com