Pria Ini Tega Pukul dan Maki Pria Disabilitas saat Berjalan Kaki

Tersangka-kasus-bullying-terhadap-difabel-di-Polres-Jaksel.jpg
(Jamal Ramadhan/kumparan)

RIAU ONLINE, JAKARTA-Polisi mengamankan seorang pria yang memukul dan daksi bullying bernada rasis di kawasan Tanah Kusir, Kebayoran Lama, yang terjadi pada Minggu 23 Februari 2020 di sebuah tempat car wash di Jalan Bendi Raya.


Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Budi Sartono menjelaskan, pria pelaku bullying berinisial RK (34) itu beraksi secara spontan. Pelaku juga tak memiliki motif jelas mengapa melakukan aksi perundungan itu.

Pelaku menyerang dengan kata-kata rasis dan kasar saat korban tengah berjalan kaki melewati Jalan Bendi Raya dari arah Pasar Kebayoran Lama.

“Jadi korban (inisial AISE, usia 33 tahun) pada saat itu kronologisnya korban pada hari Minggu berjalan kaki dari Pasar Kebayoran Lama menuju rumahnya. Tanpa alasan yang jelas pelaku inisialnya atas nama RK langsung mendatangi dan mengata-ngatai korban dengan bahasa yang ujaran kebencian berdasarkan SARA,” ungkap Budi di Mako Polres Jakarta Selatan, Senin 24 Februari 2020


Saat kejadian, korban sempat menjauh dan kabur menjauhi RK. Akan tetapi, pelaku terus mengejar korban dan berhasil memukul AISE.

Budi menuturkan, korban kemudian dibantu oleh warga sekitar yang kebetulan lewat dengan sepeda motor. Warga lalu membawa korban menjauh dari pelaku.


“Kemudian korban berusaha kabur, tapi tetap dikejar dan pelaku sempat memukul kepalanya dengan tangan. Pada saat itu kemudian korban dibantu oleh orang tua yang lewat dan dibonceng pulang,” tutur Budhi.
Rilis kasus bullying terhadap difabel di Polres Jaksel


Pelaku saat ini sudah ditahan di Mako Polres Jakarta Selatan. Sejauh ini, kata Budhi, pihaknya belum bisa mengungkap motif pasti dibalik aksi si pelaku.


Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi tak menemukan adanya indikasi pelaku di bawah pengaruh narkoba. Di sisi lain, polisi menduga ada gangguan jiwa pada pelaku dan masih menunggu hasil tes kejiwaan.


“Ya ini (motifnya) masih kita dalami. Yang pasti dari pelaku keterangannya masih simpang siur dan bahasanya masih ada ketidaksesuaian. Ini sudah kita BAP, setelah ini kita akan bawa untuk rehabilitasi kejiwaan untuk mengecek apakah ada kelainan atau tidak,” tutup Budhi.

Artikel ini sudah terbit di Kumparan.com