Mukhlis: Anak Saya Gagal Pernapasan

Hanum-Anak-Mukhlis-Wartawan-Vokal.jpg
(FACEBOOK/EKA PN)

RIAU ONLINE, PEKANBBARU - Ayah Hanum Anggriawati (12), Mukhlis, bocah yang meninggal dunia usai beberapa hari dirawat di UGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, menegaskan, anaknya meninggal akibat gagal pernapasan, bukan Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA). (Baca Juga: Selamat Jalan Hanum, Gadis Kecil Korban Ganasnya Asap Riau

 

Penegasan ini disampaikan Mukhlis saat diwawancarai secara langsung oleh stasiun televisi nasional, TVOne, Jumat (11/9/2015). Wartawan Harian Vokal ini menceritakan, Hanum sama sekali tidak ada riwayat penyakit kronis, atau parah. (Klik: Surat Terbuka buat Menteri Anies Baswedan

 

"Sebelumnya anak saya hanya batuk-batuk biasa, menjelang 7 hari di rumah. kondisi semakin lama semakin parah, khawatir penyakit diderita, Hanum Jumat lalu dibawa ke RS, awalnya anak tak mau. Tapi saya paksakan," kata Mukhlis.  (Baca: Lahan Tiga Perusahaan Ini Ditemukan Terbakar)

 

Ia menjelaska, batuk-batuk selama tujuh hari itu sudah parah dan Mukhlis langsung dilarikan ke RSUD Arifin Achmad. Setibanya di sana, Hanum dirawat di UGD dan mendapat pelayanan serta perlakukan secara baik dan benar. (Klik: Pemerintah Riau Jangan Jadi Anak Durhaka

 

Namun, cerita Mukhlis, Hanum saat dirawat mengalami semacam kehilangan ingatan. Hanum hanya ingat dua huruf saja, N dan P. "Tolong Mak, om, Apakah Hanum tak di dunia ini. Ia sempat pingsan. Minta tolong emergensi, pasang alat-alat," jelas Mukhlis dengan nada terbata-bata. (Lihat: Jokowi Ngantor di Riau Tak Selesaikan Masalah Buat Apa

 

Mukhlis menegaskan, Hanum anaknya hanya batuk-batuk saja, tak ada sesak napas. Selama perawatan tujuh hari di RSUD Arifin Achmad, Hanum hanya divonis gagal pernapasan. (Baca: Ya Allah Asap Tebalnya Masuk Rumah Saya

 

"Secara medis saya tak tahu apa penyakit itu. Hasil scan, di paru-parunya tertutup sesuatu. Kita tak diberi secar detil apa penyakitnya oleh dokter. Tidak ada sedikit pun kata-kata ISPA. Kita sama-samalah, saya juga tahu harus ada konfirmasi ke saya. jangan lagi muncul korban-korban lainnya akibat asap ini," pintanya.