ÔĽŅ

Asap Picu Penyakit Ini. Apa Saja?

Alat-ISPU.jpg
(RIAUONLINE.CO.ID/LISDA YULIANTI HERNINA)

RIAUONLINE, PEKANBARU - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi menimbulkan kabut asap di Riau yang sudah lama menjadi masalah di bumi Lancang kuning ini.

 

Dampak langsung dirasakan dari asap akibat kebakaran hutan dan lahan bagi kesehatan. Berdasarkan data diperoleh RIAUONLINE.CO.ID dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau, iritasi mata, hidung, tenggorokan, reaksi alergi, peradangan dan infeksi.

 

(Klik Juga: Kasihan Anak-anak Rentan Terdampak Asap)

 

Asap dapat memperburuk penyakit asma dan penyakit paru kronis lainnya, seperti bronkhitis kronis. Selain itu, kemampuan kerja paru dalam menyuplai oksigen berkurang, mudah lelah dan sulit bernafas.

 

Kemampuan paru mengatasi infeksi berkurang hingga rentan terkena penyakit dan memperburuk kondisi penyakit kronis sebelumnya serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) lebih mudah terjadi.

 

Bagi berusia lanjut, anak-anak, penderita sakit kronis, ibu hamil akan lebih rentan mengalami gangguan kesehatan. Bahan polutan dari kebakaran hutan juga dapat menjadi sumber polutan sarana air bersih dan makanan.

 

(Klik Juga: Ini Penyebab Kenapa Riau Membara Sejak 1997) 

 

Sebelumnya, Dokter Spesialis Paru, dr Indra Yovi, Sp.P (K) mengatakan, kasus kesehatan dialami warga akibat asap ini mengalami peningkatan signifikan hingga 50 persen.

 

"Sejak H+ lebaran lalu, sangat jelas peningkatannya. Pasien biasanya asmanya tidak kambuh atau tidak ada masalah, sekarang datang lagi mengeluh asma mereka kambuh dan batuk-batuk," tutur Indra kepada RIAUONLINE.CO.ID, Senin (27/7/2015).



Indra menjelaskan, rata-rata pasien yang datang rata-rata mengeluhkan sakit yang sama. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, hingga kini setidak sudah ada sekitar 993 warga Pekanbaru terkena infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).

 

"Biasanya kalau selesai lebaran, kalau batuk-batuk itu hanya karena kebanyakan makan kue lebaran, tapi sekarang karena asap. Mereka mengeluh karena tidak tahan terhadap asap," jelas Indra sambil tertawa kecil diawal penjelasannya.

 

(Baca Juga: Danrem: Asap Bikin Bodoh Generasi Muda Riau) 

 

Ia menjelaskan, yang rawan terkena penyakit akibat asap berbahaya ini, kata Indra, adalah orang-orang rapuh seperti anak-anak, orang tua dan orang-orang sedang sakit. Itu lebih rawan dari orang yang kondisi fisiknya sedang sehat.



"Bagi orang yang kondisi fisiknya sedang sehat, bukan berarti tidak berbahaya. Namun tidak seberbahaya orang-orang yang memang sudah sakit," katanya.

 

Untuk keluhan, tuturnya, kebanyakan itu kalau pasien asma, asmanya kambuh. Lalu ada batuk ringan dan ISPA, dan tak jarang, ada yang baru terkena juga," tutup Indra.

 


Sukai/Like Fan Page Facebook RIAUONLINE dan Follow Twitter @red_riauonline