(Video) Ikut Campur Urusan Orang Lain Itu Perlu

 


RIAU ONLINE - Video ini berisikan pesan pendek yang seluruhnya dibuat oleh para relawan Turun Tangan. Mereka menceritakan tentang orang-orang yang berani bertindak dan melawan ketakutan.

 

Tampak satu kondisi di dalam sebuah bus Kopaja yang dipenuhi penumpang. Bus tersebut berhenti sesaat untuk menaikan penumpang perempuan yang disusul dua pria tak dikenal yang terlihat seperti preman. Kemudian bus kembali berjalan normal.

 

Awalnya memang terlihat sangat normal, hanya ada penumpang yang menunggu kapan bus akan berhenti di tempat tujuan mereka masing-masing.

 

Namun, seketika keheningan berubah ketika salah seorang pria mencoba mengusik ketenangan seorang penumpang perempuan berjilbab. Ternyata, perilakunya juga mengganggu ketenangan penumpang lainnya dan sontak membuat seorang pria mencoba membela perempuan berjilbab itu dan meminta pria bertato untuk berhenti mengganggu. Tetapi ia malah mendapat dorongan dari pria berkacamata pengusik itu.

 

Lalu pria bertato itu kembali melanjutkan aksinya adn kembali mendapat perlawanan dari penumpang lainnya. Semua penumpang menatap ke arah pria bertato tersebut seolah sedang memberi peringatan kepada pria dengan tato di tangan tersebut.

 

 

Ini Yang Seharusnya Kita Lakukan Jangan terlalu Diam

Posted by Titon Andrian on 27 April 2015

 

 

Satu persatu penumpang berdiri dan bersiap untuk melakukan perlawanan, jika si pria itu masih nekat untuk melanjutkan aksinya yang tidak menyenangkan itu. Pria yang naik bersama rekannya itu perlahan-lahan mengambil langkah mundur dan seperti ketakutan mendapat perlawanan. Akhirnya dengan kesal mereka turun dari bus Kopaja tersebut.

 

Video ini sudah dilihat sebanyak 2.454.788 kali, telah dibagikan sebanyak 70.619 kali dan telah dibanjiri 20.919 like. Pesannya adalah mengajak masyarakat untuk belajar ikut campur membantu permasalahan orang yang ditemui dan membutuhkan pertolongan.

 

Dan di akhir video terdapat kalimat "orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapi karena banyaknya orang-orang baik yang diam dan mendiamkan." (Anies Baswedan).