Tak Hanya di Pekanbaru, Kelangkaan Solar Kini Melanda Bukittinggi

Antrean-solar-di-spbu.jpg
Antrean solar di SPBU (HERIANTO WIBOWO/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, BUKITTINGGI – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar kembali terjadi dan tidak hanya dirasakan warga di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, tetapi juga mulai melanda sejumlah daerah di Sumatera Barat, termasuk Kota Bukittinggi.

Salah satu SPBU yang terdampak kekosongan stok terjadi di kawasan Garegeh, Kecamatan Mandiangin Koto Selayan.

Di lokasi tersebut, antrean kendaraan bermesin diesel sempat mengular panjang hingga mengganggu arus lalu lintas sekitar SPBU. Kondisi ini memicu keluhan warga yang mengaku harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan solar, bahkan sebagian terpaksa pulang tanpa mendapatkan bahan bakar.

Sejumlah warga menilai situasi ini semakin menyulitkan aktivitas harian, terutama bagi sopir angkutan barang dan pelaku usaha yang sangat bergantung pada ketersediaan solar subsidi.



“Sudah beberapa hari ini susah sekali solar. Kadang datang pagi, ternyata sudah habis atau antreannya terlalu panjang,” keluh Yusuf, salah seorang warga, Rabu 1 Juni 2026.

Yusuf menyebutkan distribusi BBM subsidi yang tidak stabil dan kerap tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Kami berharap ada penambahan pasokan. Kalau begini terus, pekerjaan jadi terhambat,” ujarnya.

Sebelumnya, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah SPBU di Kota Pekanbaru, Riau. Antrean panjang kendaraan bahkan sempat mengular hingga ke jalan raya akibat kekosongan stok solar di beberapa titik pengisian.

Fenomena kelangkaan ini dinilai masyarakat perlu segera mendapat perhatian serius dari pihak terkait agar distribusi BBM bersubsidi kembali normal dan tidak mengganggu mobilitas ekonomi warga di dua provinsi bertetangga tersebut.