Ponsel Hingga Pisau Rakitan Diamankan dalam Razia Gabungan TNI-Polri di Lapas Gobah

Ponsel-Hingga-Pisau-Rakitan-Diamankan-dalam-Razia-Gabungan-TNI-Polri-di-Lapas-Gobah.jpg
Razia malam di Lapas Kelas IIA Pekanbaru dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Maizar, didampingi Plh Kalapas Pekanbaru, Yusup Gunawan, serta Kasatnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko. (Defri Candra/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau kembali menggencarkan razia gabungan di lingkungan lembaga pemasyarakatan sebagai bentuk komitmen memberantas peredaran narkoba dan penggunaan ponsel ilegal di dalam lapas.

Razia malam yang digelar di Lapas Kelas IIA Pekanbaru tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Riau, Maizar, didampingi Pelaksana Harian (Plh) Kalapas Pekanbaru, Yusup Gunawan, serta Kasatnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko. Kegiatan itu turut melibatkan personel TNI, Polri dan Brimob.

Dalam keterangannya, Maizar menegaskan bahwa razia gabungan tersebut merupakan tindak lanjut dari program akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin keenam mengenai pemberantasan narkoba dan berbagai praktik penipuan dari dalam lapas maupun rumah tahanan.

"Pihak kami bersama jajaran melaksanakan razia malam bersama tim gabungan TNI-Polri sesuai dengan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan poin keenam, yakni pemberantasan narkoba dan pelaku penipuan berbagai modus di lapas dan rutan," ujar Maizar, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia mengatakan, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terus memberikan arahan tegas kepada seluruh jajaran agar menciptakan lapas dan rutan yang bersih dari narkoba maupun alat komunikasi ilegal.

"Ini menjadi arahan bapak Dirjen bahwa lapas dan rutan seluruh Indonesia diharapkan no handphone dan no narkoba," tegasnya.


Dalam razia yang berlangsung ketat tersebut, petugas melakukan pemeriksaan di sejumlah kamar hunian warga binaan. Seluruh proses penggeledahan juga disaksikan langsung oleh aparat kepolisian, Brimob dan TNI guna memastikan transparansi pelaksanaan kegiatan.

Dari hasil razia, petugas memastikan tidak ditemukan narkoba di dalam lapas. Namun, tim gabungan berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang dan benda yang berpotensi membahayakan keamanan.

"Hasil razia malam ini yang disaksikan langsung oleh Polisi, Brimob dan TNI, untuk temuan narkoba nihil. Namun ditemukan tiga unit handphone," kata Maizar.

Selain ponsel, petugas juga menyita berbagai benda tajam dan barang terlarang lainnya, di antaranya 17 pisau rakitan, 14 gunting, sembilan silet, 21 pecahan kaca, 27 paku, 19 jarum, 19 mancis, 17 kabel rakitan, tiga pengisi daya ponsel, 22 sendok besi, 25 potongan besi serta enam unit kipas angin.

Menurut Maizar, barang-barang tersebut dapat berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas apabila tidak segera diamankan. Ia menegaskan bahwa razia serupa akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen menciptakan lapas yang aman, tertib dan bersih dari peredaran narkoba.

"Semoga razia terus berjalan dan pihak TNI-Polri terus membantu kita untuk meniadakan handphone dan narkoba," harapnya.

Sementara itu, Plh Kalapas Pekanbaru Yusup Gunawan menyebut sinergi antara petugas pemasyarakatan dengan aparat penegak hukum menjadi langkah penting dalam menjaga stabilitas keamanan di dalam lapas.

Dengan adanya razia gabungan tersebut, pihak lapas berharap dapat menutup celah masuknya barang-barang terlarang sekaligus memperkuat pengawasan terhadap warga binaan demi menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang lebih kondusif.