RIAU ONLINE, PEKANBARU - Nasib pilu menimpa dua kakak beradik yatim, Alim (10) dan Rama (8), warga Kecamatan Bukitraya, Kota Pekanbaru, Riau. Uang santunan yang baru saja mereka terima untuk kebutuhan Lebaran, dirampas oleh pelaku jambret saat keduanya berjalan kaki pulang ke rumah.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Unggas, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru, Senin, 16 Maret 2026. Saat itu, Alim dan Rama baru saja menerima santunan dari Masjid Al Ikhlas yang berada tak jauh dari tempat tinggal mereka.
Seketika, seorang pelaku yang mengendarai sepeda motor mendekat dan merampas amplop berisi uang tunai Rp1,5 juta dari tangan Alim. Alim hanya bisa terpaku melihat uang tersebut dibawa kabur.
Peristiwa itu membuat keduanya sangat terpukul, mengingat uang santunan tersebut rencananya akan digunakan untuk membeli kebutuhan Lebaran sekaligus membantu sang ibu di rumah.
Di tengah kesedihan itu, secercah harapan datang. Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Zulkardi, tersentuh setelah mengetahui kejadian tersebut melalui media sosial.
Ia kemudian berinisiatif mencari keberadaan kedua anak tersebut hingga akhirnya menemukan rumah mereka di Jalan Unggas.
"Saya telusuri informasinya dan akhirnya bertemu langsung dengan mereka. Kondisinya sangat menyedihkan, mereka bercerita sambil menangis karena uang santunan itu sangat berarti bagi mereka," ujar Zulkardi, Rabu, 18 Maret 2026.
Tak ingin kedua anak tersebut larut dalam kesedihan, Zulkardi lantas mengajak Alim dan Rama ke salah satu pusat perbelanjaan di Pekanbaru untuk membeli perlengkapan Lebaran.
Alim dan Rama diberi kebebasan memilih kebutuhan mereka. Mulai dari pakaian Lebaran, peci, sepatu, hingga perlengkapan sekolah turut dibelikan.
"Alim sempat bilang tas sekolahnya sudah rusak, jadi sekalian saya belikan tas baru untuk mereka berdua," jelas Zulkardi.
Perlahan, raut sedih di wajah kedua bocah itu berubah menjadi senyum bahagia. Mereka tampak kembali ceria saat memilih barang-barang yang diinginkan.
Tak hanya itu, Zulkardi juga mengganti uang santunan yang sebelumnya dirampas oleh pelaku jambret. Ia bahkan memberikan tambahan uang sebagai Tunjangan Hari Raya (THR), serta bantuan sembako untuk keluarga mereka.
"Alhamdulillah, ada rezeki untuk berbagi. Saya ingin mereka tetap bisa merasakan kebahagiaan menyambut Lebaran, meski sempat mengalami musibah," tuturnya.
Selain memberikan bantuan materi, Zulkardi juga mengajak Alim, Rama, dan ibunya untuk berbuka puasa bersama sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral.
Sementara itu, kasus penjambretan yang menimpa kedua anak yatim tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Saat ini, Polsek Bukitraya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas dan menangkap pelaku.
Kisah Alim dan Rama menjadi potret nyata bagaimana musibah dapat datang kapan saja, namun di saat yang sama kepedulian dan empati dari sesama mampu menghadirkan harapan baru.
Di balik peristiwa pahit itu, senyum kedua bocah ini kembali merekah, menyambut Lebaran dengan penuh kebahagiaan.

