Hindari Rentenir, Program Pinjaman Tanpa Bunga Disiapkan untuk Pedagang di Pekanbaru

Diajukan-ke-Pemprov-Pemko-Pekanbaru-Harap-Tak-Ada-Perubahan-APBD-P-2025.jpg
Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin (Herianto Wibowo/Riau Online)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menggulirkan langkah konkret untuk membantu para pedagang kecil keluar dari jeratan rentenir. Program tersebut dibahas dalam rapat yang melibatkan jajaran Pemko bersama pihak perbankan daerah guna menyiapkan skema pembiayaan yang lebih sehat bagi pelaku usaha kecil.

Pelaksana Harian (Plh) Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengatakan bahwa rapat yang digelar merupakan pertemuan ketiga sejak program tersebut mulai dibahas beberapa hari terakhir.

“Kami sudah melakukan rapat ketiga. Sejak hari pertama, kami membahas program untuk melawan praktik rentenir. Pada rapat hari ini, langkah yang dibahas sudah lebih konkret bersama Bagian Ekonomi Setdako dan BPR Pekanbaru,” kata Zulhelmi Arifin, Jumat, 13 Maret 2026.

Menurutnya, program tersebut merupakan bagian dari komitmen Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, dalam menekan praktik pinjaman berbunga tinggi atau riba yang selama ini kerap menjerat pedagang kecil.


Sebagai tahap awal, program ini akan menyasar pedagang yang berjualan di Pasar Cik Puan. Pemko menargetkan sekitar 30 hingga 50 pedagang yang selama ini terikat pinjaman rentenir untuk mendapatkan pendampingan serta akses pembiayaan yang lebih aman.

“Sebagai tahap awal, program ini akan menyasar pedagang di Pasar Cik Puan. Kami menargetkan sekitar 30 hingga 50 pedagang yang selama ini terikat dengan pinjaman rentenir untuk mendapatkan pendampingan dan akses pembiayaan yang lebih sehat,” ujar Ami, sapaan akrab Zulhelmi.

Ia menjelaskan, Pemko Pekanbaru akan terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap para pedagang guna mengetahui kondisi usaha serta kebutuhan pembiayaan mereka. Proses penilaian tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal pekan depan.

Setelah asesmen dilakukan, pihak BPR Pekanbaru akan melanjutkan dengan survei terhadap pedagang yang dinilai berpotensi mendapatkan bantuan pembiayaan. Jika memenuhi persyaratan, para pedagang tersebut berpeluang memperoleh pinjaman tanpa bunga sebagai alternatif pembiayaan usaha.

“Harapannya, pedagang yang selama ini terikat dengan rentenir dapat dilepaskan dari belenggu tersebut. Dengan adanya pinjaman tanpa bunga, mereka bisa menjalankan usaha dengan lebih tenang tanpa tekanan bunga tinggi,” pungkasnya.