RIAU ONLINE, PEKANBARU - Menteri Kehutanan (Menhut) RI, Raja Juli Antoni, menegaskan komitmen pemerintah dalam memberantas tindak pidana perdagangan satwa dilindungi, khususnya kasus pembunuhan dan perdagangan gading Gajah Sumatra yang baru-baru ini diungkap oleh Polda Riau.
Dalam keterangannya, Raja Juli Antoni menyampaikan bahwa Gajah Sumatra merupakan salah satu satwa yang sangat diperhatikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan, perlindungan terhadap satwa langka menjadi komitmen serius pemerintah.
“Gajah Sumatra adalah hewan yang sangat disayangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, kami bertekad untuk mengejar, menangkap, dan menghukum setiap pelaku tindak ilegal terhadap satwa dilindungi,” kata Raja Juli di Mapolda Riau, Selasa, 3 Maret 2026.
Dalam pengungkapan kasus ini, aparat gabungan berhasil menetapkan 15 orang sebagai tersangka. Dari jumlah tersebut, delapan orang berasal dari Riau, sementara tujuh lainnya merupakan bagian dari jaringan luar Riau. Sementara, tiga orang di antaranya saat ini masih berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama erat antara Kementerian Kehutanan, jajaran kepolisian, Polisi Kehutanan, serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau.
Raja Juli menyebut sinergi lintas institusi menjadi kunci keberhasilan membongkar jaringan kejahatan terorganisir tersebut.
“Pada hari dan bulan yang baik ini, kerja sama dan sinergi luar biasa antara kepolisian, polisi hutan, dan Balai KSDA Riau membuahkan hasil signifikan,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam aksi kriminal tersebut. Ada yang berperan sebagai eksekutor pembunuhan gajah, pelaku yang memotong kepala untuk diambil gadingnya, pemasok senjata api ilegal, hingga pembeli dan perantara perdagangan gading.
Selain itu, aparat juga mengungkap adanya pemodal dan penadah yang mendukung aktivitas ilegal tersebut. Skema ini menunjukkan bahwa kejahatan terhadap satwa dilindungi bukan tindakan sporadis, melainkan jaringan terstruktur dan terorganisir.
Raja Juli juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, khususnya Polda Riau, atas kerja keras dan profesionalisme dalam mengungkap kasus yang sempat menimbulkan pesimisme di tengah masyarakat.
“Publik sempat pesimis apakah kasus ini bisa diungkap. Namun hari ini kita membuktikan bahwa dengan kerja keras dan sinergi yang tidak terpisahkan, kasus dapat diungkap dengan baik,” ungkapnya.
Politisi PSI itu menilai kepolisian di bawah kepemimpinan Kapolri saat ini semakin profesional dalam melindungi dan mengayomi masyarakat, termasuk dalam penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan dan satwa liar.
Sebagai bentuk penghargaan, Kementerian Kehutanan akan memberikan apresiasi simbolis kepada jajaran kepolisian di Polda Riau.
“Penghargaan ini mungkin hanya secarik kertas dan tidak akan mampu membayar jerih payah serta kerja keras aparat di lapangan. Namun ini adalah bentuk rasa hormat dan terima kasih kami,” katanya.
Raja Juli mengimbau seluruh masyarakat agar tidak bermain-main dengan satwa dilindungi. Ia berharap kasus brutal ini menjadi yang terakhir terjadi di Riau maupun daerah lain di Indonesia.
“Saya berharap ini menjadi kejadian terakhir. Tidak ada lagi masyarakat yang mencoba bermain-main dengan satwa dilindungi. Penindakan tegas akan dilakukan tanpa kompromi,” tegasnya.

