RIAU ONLINE, PEKANBARU - Polemik terkait kabar dugaan penolakan laporan kecelakaan lalu lintas akhirnya diluruskan oleh pihak keluarga korban. Kerabat korban tabrak lari, Ernawati Martain, menyampaikan permohonan maaf sekaligus ucapan terima kasih kepada jajaran Satlantas Polresta Pekanbaru atas pelayanan yang telah diberikan.
Sebelumnya, Ernawati Martain menjadi korban tabrak lari di Jalan Kubang Raya, tepatnya di dekat Masjid Sajadah, Kecamatan Tuah Karya, Kota Pekanbaru, Jumat, 20 Februari 2026.
Insiden tersebut sempat menimbulkan kesalahpahaman terkait proses pelaporan kepada pihak kepolisian. Kerabat korban, Adi, menegaskan bahwa persoalan yang sempat mencuat hanyalah akibat miskomunikasi antara pihak keluarga dan petugas.
"Saya minta maaf soal laporan ditolak. Itu hanya miss komunikasi," ujar Adi, Senin, Februari 2026.
Adi menjelaskan, dalam situasi yang penuh kepanikan pascakejadian, pihak keluarga kemungkinan kurang memahami prosedur yang harus ditempuh. Hal itu kemudian memunculkan asumsi yang tidak tepat terkait pelayanan kepolisian.
"Menurut kami, memang terjadi miskomunikasi dengan pihak kepolisian terkait lakalantas yang dialami orang tua kami," jelasnya.
Adi juga memastikan bahwa saat ini proses penanganan sudah berjalan dengan baik. Bahkan, menurutnya, pihak kepolisian menunjukkan respons cepat dan empati terhadap kondisi korban.
"Saat ini kami sudah dilayani dengan baik. Personel Satlantas Polres Kampar juga sudah mengunjungi ibu kami," ungkap Adi.
Di akhir pernyataannya, Adi kembali menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah memberikan perhatian terhadap kasus tersebut.
"Sekali lagi terima kasih atas bantuannya kepada pak polisi," tutupnya.
Diketahui, peristiwa nahas itu terjadi saat Ernawati tengah beraktivitas seperti biasa di kawasan Jalan Kubang Raya. Tanpa diduga, sebuah sepeda motor melaju dan menabraknya hingga terjatuh ke badan jalan.
Bukannya berhenti dan memberikan pertolongan, pengendara motor yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut justru melarikan diri. Aksi tabrak lari itu membuat korban mengalami luka robek cukup serius di bagian kepala.
Warga sekitar yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan dan membantu membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik, terlebih karena adanya isu dugaan laporan yang tidak diterima. Namun dengan klarifikasi dari pihak keluarga, situasi kini telah kembali kondusif.
Keluarga berharap pelaku tabrak lari dapat segera ditemukan dan mempertanggungjawabkan perbuatannya, agar kejadian serupa tidak terulang dan memberikan efek jera bagi pelanggar lalu lintas lainnya.

