RIAU ONLINE, PEKANBARU – Kepala Biro (Karo) SDM Polda Riau Kombes Pol Boy Jeckson Situmorang memimpin apel launching pemasangan tanjak dan selempang kepada personel di Mapolda Riau, Jumat, 20 Februari 2026 pagi.
Sebanyak 11.227 personel Polda Riau dan jajaran kini diwajibkan mengenakan tanjak dan selempang setiap Jumat sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian budaya Melayu.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau serta perwakilan Dinas Pariwisata. Kebijakan ini merupakan arahan langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan.
Kombes Boy Jeckson Situmorang mengatakan, penggunaan tanjak dan selempang menegaskan dua dimensi tanggung jawab yang melekat pada setiap anggota Polri, yakni tanggung jawab konstitusional sebagai aparat penegak hukum dan tanggung jawab kultural sebagai bagian dari masyarakat Melayu.
“Prinsip melindungi tuah, menjaga marwah bahkan Melayu hilang di bumi menemukan bentuk konkret melalui penggunaan simbol ini. Implementasinya diarahkan untuk memperkuat pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berkeadilan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dalam khazanah Melayu, tanjak merupakan simbol pertimbangan dalam bertindak bagi seorang laki-laki Melayu. Mereka yang mengenakannya dituntut menjaga integritas pribadi serta tanggung jawab sosial.
Sementara itu, selempang melambangkan amanah yang dipikul. Posisinya yang melintang di dada mengandung pesan bahwa setiap tugas harus dijalankan dengan keberanian, kejujuran, dan keteguhan, sebagai bentuk kesadaran moral dalam menerima tanggung jawab.
“Tanjak ini jangan hanya dilambangkan sebagai atribut kebudayaan semata, tetapi lebih dari itu. Bagi kami, segenap anggota Polda Riau, ini adalah mahkota kebanggaan dalam melaksanakan tugas di Tanah Melayu. Tanjak dan selempang ini merupakan representasi bahwa polisi adalah penjaga peradaban sekaligus penjaga budaya dan kearifan lokal,” pungkasnya.
Ketua Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengapresiasi langkah Polda Riau yang dinilai sebagai institusi vertikal pertama yang secara nyata mendukung dan mengimplementasikan budaya serta kearifan lokal di lingkungan kerjanya.
“Ini adalah institusi vertikal pertama yang mencoba menggali, menerapkan, dan mengidentifikasikan apa yang menjadi kebanggaan Riau. Pemasangan tanjak dan selempang yang dipakai setiap hari Jumat merupakan bukti nyata Polda Riau hadir dan mendukung budaya Melayu,” tutupnya.

