RIAU ONLINE, PEKANBARU – Ironi menyelimuti situasi keamanan di Kota Pekanbaru di penghujung Januari 2026. Di tengah pengerahan personel gabungan dalam patroli gabungan yang dikenal sebagai Tim Raga Polda Riau untuk mengantisipasi kejahatan jalanan pada Sabtu, 31 Januari 2026 malam, aksi pembegalan brutal justru pecah dan meneror warga di Jalan Kartama pada Minggu, 1 Februari 2026 dini hari.
Padahal, beberapa jam sebelumnya, Dirreskrimum Polda Riau Kombes Pol M Hasyim Risahondua memimpin langsung apel persiapan di Mako Polda Riau. Tim gabungan yang melibatkan personel Ditreskrimum, Ditsamapta, Satbrimob, hingga Polresta Pekanbaru, tersebut dikerahkan secara masif untuk mengantisipasi kejahatan C3 (curat, curas, curanmor) dan aktivitas geng motor.
Patroli ini menyisir rute utama mulai dari Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ahmad Yani, hingga kawasan Rumbai dengan tujuan menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
"Kegiatan ini merupakan langkah preventif guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya pada malam hari," ujar Kombes Hasyim, Minggu, 1 Februari 2026.
Namun nyatanya, upaya preventif tersebut tidak menyurutkan nyali para pelaku kriminal. Sekitar pukul 02.12 WIB, diduga begal sadis terjadi di Jalan Kartama, tepatnya dekat Simpang Handayani.
Berdasarkan keterangan saksi yang viral di media sosial setelah diunggah akun Instagram @viralpekanbaru, sekelompok orang yang berjumlah sekitar 11 orang mengadang dua remaja yang sedang dalam perjalanan pulang. Para pelaku yang membawa senjata tajam jenis samurai dan stik bisbol itu tidak hanya merampas barang berharga seperti uang dan helm, tetapi juga melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan.
Kedua korban dilaporkan dipukuli dan dibacok di lokasi awal, sebelum akhirnya dibawa paksa oleh gerombolan tersebut hingga ke kawasan Palas. Sepanjang perjalanan yang cukup jauh itu, korban terus mengalami penganiayaan, menciptakan trauma mendalam serta luka fisik yang serius.
Kejadian ini pun langsung menuai kecaman luas dari masyarakat yang merasa kondisi keamanan kota semakin tidak terkendali, meski aparat mengklaim telah melakukan penjagaan ketat.
Berdasarkan keterangan saksi yang dibagikan dalam unggahan tersebut, sekelompok orang yang diduga berjumlah sekitar 11 orang menghadang dua remaja yang tengah dalam perjalanan pulang ke rumah.
Publik kini menyoroti efektivitas pola patroli yang dilakukan, mengingat aksi brutal tersebut justru terjadi di tengah jadwal patroli intensif Tim Raga.
Menanggapi insiden yang menodai upaya preventif kepolisian ini, Kombes Pol M Hasyim Risahondua menyatakan akan segera menindaklanjuti informasi tersebut. ia menegaskan akan menyelidiki dugaan aksi begal tersebut.
"Oke, kita selidiki dan gas kalau memang ada," tutup Mantan Kabid TIK Polda Riau itu, Minggu, 1 Februari 2026.

