RIAU ONLINE, PEKANBARU - Awal tahun 2026 di Kota Pekanbaru justru dibuka dengan rentetan aksi kriminal yang nyaris terjadi tanpa jeda.
Berbagai kasus kejahatan konvensional C3 (Curat, Curas, dan Curanmor) tercatat terjadi hampir setiap hari, mulai dari pencurian ringan hingga aksi begal yang menyasar warga di depan rumahnya sendiri.
Kondisi ini membuat rasa aman masyarakat kian tergerus dan memunculkan pertanyaan besar terkait efektivitas pengamanan di wilayah perkotaan.
Berikut RIAUONLINE merangkum beberapa aksi kejahatan di Pekanbaru sejak tanggal 1-12 Januari 2026;
-
Jumat, 2 Januari
Pencurian helm terjadi di Jalan Delima, menandai awal tahun dengan tindak kriminal ringan namun meresahkan warga.
Di hari yang sama, Curanmor Honda Beat Street hitam BM 6776 JE terjadi di Jalan Garuda, Kecamatan Payung Sekaki.
-
Sabtu, 3 Januari
Curanmor Honda Beat hitam BM 6180 ABT terjadi di Perumahan Unri, sekitar pukul 20.36 WIB.
-
Minggu, 4 Januari
Pencurian dengan pemberatan (Curat) berupa mesin las terjadi di Jalan Kesehatan, Kecamatan Senapelan, sekitar pukul 20.50 WIB.
-
Rabu, 7 Januari
Pencurian tabung gas terjadi dan pelaku berusia 16 tahun berhasil diamankan warga. Dari tangan pelaku turut disita pisau dan pistol mainan, menunjukkan potensi ancaman kekerasan.
Di hari yang sama, dua orang melakukan aksi jambret handphone terhadap anak-anak terjadi di Jalan Melati Indah, sekitar pukul 21.44 WIB.
-
Jumat, 9 Januari
Aksi begal terjadi di Jalan Dr Susilo, sekitar pukul 05.27 WIB, dengan korban seorang ibu muda yang motornya dirampas tepat di depan rumahnya.
Peristiwa lainnya adalah Curanmor Honda Beat hitam BM 2393 ABI terjadi di sekitar SMP 26 Tangor sekitar pukul 09.05 WIB.
Kemudian, pada malam harinya, kembali terjadi Curanmor Honda CBR150R hitam di Jalan Katio, Tangkerang Tengah, sekitar pukul 19.40 WIB.
-
Sabtu, 10 Januari 2026
Curanmor Honda Scoopy BM 5429 ABZ terjadi di Jalan Garuda Ujung, sekitar pukul 01.33 WIB.
Tak berselang lama, Curanmor Honda Beat hitam BM 6877 JM terjadi di Jalan Pepaya, sekitar pukul 00.28 WIB.
Aksi jambret gelang emas terjadi di Jalan Bakti, 16.25 WIB.
Di hari yang sama, kembali terjadi jambret gelang emas di Jalan Delima, menunjukkan pola kejahatan berulang di lokasi yang sama, Pukul 10.00 WIB
Rentetan kejahatan C3 yang terjadi hampir setiap hari, bahkan dalam satu hari bisa lebih dari satu kejadian, memperlihatkan bahwa rasa aman masyarakat Pekanbaru berada pada titik mengkhawatirkan.
Kondisi ini kontras dengan pernyataan Kapolda Riau terkait keamanan warga, yang kerap kali ditegaskan dalam berbagai kesempatan.
"Satu saja warga merasa tidak aman, berarti kita gagal," kata Kapolda Riau, Dr. Herry Heryawan.
Jika berpedoman pada pernyataan tersebut, maka realitas di lapangan menunjukkan kegagalan sistemik dalam pencegahan dan kehadiran negara di ruang publik.
Kejahatan yang berulang, lokasi yang sama, serta waktu yang relatif rawan namun minim pengawasan, semakin menguatkan persepsi publik bahwa penegakan keamanan belum menyentuh akar persoalan.

