RIAU ONLINE - Laga panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta bertajuk Derby Indonesia berakhir dengan skor tipis Minggu, 11 Januari 2026. Maung Bandung berhasil mengamankan poin penuh di kandang sendiri.
Pertandingan penuh emosi pada Minggu, 11 Januari 2026, itu memberikan kebahagian bagi para suporter tim pemenang. Tapi, menyisakan luka mendalam bagi gelandang asing mereka.
Thom Haye melaporkan adanya tindakan tidak terpuji yang menyerang ranah pribadinya setelah peluit panjang dibunyikan.
Pemain nasional tersebut mengungkapkan bahwa anggota keluarganya menjadi sasaran intimidasi yang sangat ekstrem dari oknum.
Pesan-pesan bernada ancaman nyawa tersebut masuk ke saluran komunikasi pribadinya segera setelah kemenangan Persib Bandung diraih.
Kondisi ini sangat disayangkan mengingat performa apik sang pemain sepanjang pertandingan krusial menghadapi rival abadi itu.
Haye merasa perlu bersuara agar budaya negatif dalam sepak bola tanah air segera dievaluasi secara total.
Persoalan ini mencoreng sportivitas yang seharusnya dijunjung tinggi oleh semua elemen pendukung klub bola Indonesia.
“Saya bisa menerima banyak hal sebagai seorang profesional, tetapi saya ingin dengan hormat meminta kepada orang-orang yang mengirimkan ancaman kematian dan pesan-pesan mengerikan kepada keluarga saya untuk berhenti. Sepak bola seharusnya tidak pernah sampai sejauh itu,” kata Haye yang bermain penuh di laga melawan Persija, dikutip dari Suara.com, Senin, 12 Januari 2026.
Haye menekankan pentingnya menjaga batasan antara rivalitas di lapangan hijau dengan kehidupan pribadi para atlet profesional.
Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk merenungkan kembali tujuan utama dari adanya kompetisi olahraga nasional saat ini.
“Mari kita bersama-sama membangun lingkungan sepak bola yang lebih baik = untuk para pemain, untuk para suporter, dan untuk masa depan sepak bola Indonesia,” tambah dua.
Ajakan ini merupakan bentuk kepedulian Haye terhadap perkembangan ekosistem sepak bola yang lebih sehat bagi generasi mendatang.

