Pengungsi Banjir Rumbai Terus Bertambah, Posko dan Personel BPBD Disiagakan

markarius-cek-posko-banjir-di-rumbai.jpg
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengecek tenda pengungsi terdampak banjir di Rumbai, Selasa, 6 Januari 2026. (Herianto Wibowo/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU — Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Selasa malam, 6 Januari 2026, warga yang mengungsi akibat banjir dilaporkan terus bertambah.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan bahwa Pemko Pekanbaru telah mendirikan posko dan tenda pengungsian sejak sepekan terakhir sebagai langkah antisipasi.

Ia menyebutkan, dirinya bersama Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho juga telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi warga terdampak.

“Tadi malam saya berada langsung di lokasi. Sejak seminggu terakhir kita sudah mendirikan posko dan tenda untuk kesiapsiagaan. Awalnya ada delapan kepala keluarga (KK) yang mengungsi, kemudian bertambah menjadi 14 KK, dan tadi malam ditambah lagi tiga KK di tenda Dinas Sosial, sehingga totalnya menjadi 17 KK,” ujar Markarius, Selasa.

Ia menegaskan Pemko Pekanbaru memastikan seluruh kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi, termasuk penyediaan dapur umum. Saat ini, warga pengungsi masih dapat beraktivitas, meskipun kondisi di lapangan terus dipantau seiring meningkatnya debit air.


“Kebutuhan pengungsi kita penuhi, dapur umum juga sudah disiapkan. Kita lihat perkembangan ke depan, karena di wilayah hulu masih berpotensi hujan,” jelasnya.

Markarius mengungkapkan, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kampar dan Rokan Hulu masih memiliki potensi hujan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat kembali meningkatkan debit air sungai dan memperluas area terdampak banjir di Pekanbaru.

“Di hulu, seperti di Kampar dan Rohul, potensi hujan masih cukup tinggi. Ini memungkinkan terjadinya kenaikan level air lagi, sehingga kita harus tetap siaga,” katanya.

Ia menambahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekanbaru telah disiagakan di lapangan untuk membantu warga terdampak dan melakukan pengamanan di titik-titik rawan banjir, termasuk pengaturan lalu lintas di kawasan yang tergenang.

“BPBD sudah siap di lapangan. Untuk akses jalan yang sudah tergenang dan tidak memungkinkan dilalui, akan kita tutup demi keselamatan. Saat ini masih kita pantau dan atur agar tidak membahayakan warga,” pungkas Markarius.