Kejahatan Kian Menggila, Satkamling yang Diresmikan Kapolda Riau Belum Efektif?

Kapolda-Irjen-Herry2.jpg
Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan (DEFRI CANDRA/RIAU ONLINE)

RIAU ONLINE, PEKANBARU – Keberadaan Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di Kota Pekanbaru yang diresmikan dengan penuh seremonial oleh Polda Riau dinilai belum memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di tengah maraknya aksi pencurian kendaraan bermotor dan pembobolan rumah sejak akhir 2025 hingga awal 2026, warga mulai mempertanyakan fungsi garda terdepan keamanan tersebut.

Kondisi di lapangan menunjukkan ketimpangan yang kontras dengan tujuan awal pembentukan Satkamling. Di sejumlah wilayah Pekanbaru, pos ronda terlihat kosong, jadwal jaga warga tidak berjalan rutin, dan komunikasi antarwarga dalam mencegah kejahatan seolah terhenti. 

Sebagian masyarakat bahkan mengaku belum merasakan kehadiran satuan keamanan ini di tengah meningkatnya ancaman kriminalitas malam hari.

Padahal, pada 11 September 2025 lalu, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan telah menggelar Apel Akbar Satkamling di Mall Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru. Saat itu, Kapolda menegaskan bahwa Satkamling bukan sekadar seremoni, melainkan kekuatan nyata untuk membangkitkan semangat gotong royong dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.


"Satkamling seharusnya menjadi kekuatan nyata dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing," tegas Irjen Herry.

Namun, pesan tersebut kini terasa seperti wacana semata bagi warga yang menjadi korban kejahatan. Ketidakefektifan Satkamling membuat celah bagi pelaku kriminal untuk terus beraksi tanpa rasa takut, seperti yang disampaikan Irjen Herry saat itu,

"Jika Satkamling tidak aktif, maka celah kejahatan akan semakin terbuka," ujarnya.

Lemahnya peran satuan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pihak kepolisian dan pengurus RT/RW untuk membuktikan bahwa komitmen yang diucapkan dalam apel akbar tersebut bukan sekadar formalitas.

Kini, masyarakat menagih langkah konkret agar Satkamling benar-benar aktif secara berkelanjutan, bukan hanya hadir saat peresmian. Tanpa sinergi nyata dan pengawasan yang ketat, stabilitas keamanan di Pekanbaru akan terus terancam, dan rasa aman warga dalam beraktivitas sehari-hari sulit untuk diwujudkan.